Korban Bilang Tak Ada Apa – Apa Saat Perampokan, Polisi dalami Hubungan Pelaku dan Korban

294

Pelaku-Perampokan-Tertangkap,-Sandera-Aman (2)

Hariannusantara.com – Kasus perampokan di Pondok Indah yang terjadi Jumat (2/9./2016) lalu saat ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Saat kejadian, pembantu rumah tangga tempat perampokan terjadi sempat berteriak dan meminta tolong melalui jendela rumah, namun beberapa saat kemudian pemilik rumah keluar dan mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa didalam rumah.

Saat ini pihak kepolisian masih mendalami hubungan antara pelaku dan korban perampokan. Kabarnya pelaku dan korban saling mengenal.

Pelaku mengakui pernah mengenal korban selama lima bulan saat masih menjadi sekuriti di PT Exxon Mobil. Bahkan pelaku masih memiliki bukti sertifikat pemecatan di tempatnya dahulu bekerja. Namun hal tersebut dibantah oleh korban yang mengatakan tidak mengenal pelaku.

“Yang bersangkutan (AJS) mengaku pernah mengawal, tapi korban bilang tidak. Ini masih kita dalami, pimpinan sekuriti di Exxon kita akan periksa,” ujar Awi.

Toto, ketua RT setempat tempat korban tinggal membenarkam bahwa korban dan pelaku saling mengenal. Ia juga menyatakan bahwa pelaku tak melakukan perampokan, karena penyanderaan saat kejadian berlangsung memiliki motif lain.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono yang dikonfirmasi belum dapat memastikan hal tersebut.

“Semua yang ada itu nanti kita akan kroscek,” kata Awi, di Mapolda Metro Jaya, di Jakarta, Minggu (4/9/2016).

Polisi belum mampu menyimpulkan apakah hubungan pelaku dan korban hanya sebatas pelaku yang pernah bekerja sebagai sekuriti di perusahaan tempat korban bekerja, atau hubungan keluarga.