Google Terjerat Kasus di Sejumlah Negara Ini, Ada Apa?

426

google-terjerat-kasus-di-sejumlah-negara-ini-ada-apaHariannusantara.com – Alat pencarian canggih yang sering diandalkan oleh banyak orang yakni Google belakangan menjadi sorotan di beberapa negara. Pasalnya pembayaran pajak yang seharusnya dibayarkan oleh pihak Google lantaran mendapatkan penghasilan besar dibeberapa negara sulit untuk diperiksa, tak terkecuali di Indonesia.

Di Indonesia sendiri transaksi iklan digital pada tahun 2015 sudah mencapai 850 juta dollar AS atau setara dengan Rp 11,6 Triliyun. Daripenghasilan tersebut sebesar 70 persen berasal dari perusahaan internet global (OTT) yang beroperasi di Indonesia, termasuk Google.

Pekan ini, pembayaran pajak yang dilakukan oleh Google kembali mendapatkan sorotan oleh Direktorat Jendral Pajak Jakarta. Pasalnya pihak Google menolak untuk diperiksa mengenai pajak yang dibayarkan, sehingga diindikasi ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Google.

Meskipun pihak Google menolak diperiksa namun Google Indonesia membantah tuduhan adanya kejanggalan pembayaran pajak yang dilakukan.

Melalui Head of Corporate Communication Google Indonesia, Jason Tedjakusuma, PT Google Indonesia menyebutkan bahwa sejak beroperasi sebagai perusahaan Indonesia sejak 2011 lalu, Google telah melakukan kewajibannya sesuai porsinya.

Ternyata, permasalahan pajak yang dialami oleh Google juga bukan hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan di beberapa negara di dunia. Google disebut sengaja memanfaatkan celah hukum agar bisa membayar pajak sekecil-kecilnya padahal telah meraup pendapatan sebesar-besarnya.

Adapun negara yang juga sulit memeriksa pajak dari pihak Google antara lain Italia, Perancis, Spanyol dan Inggris.

Di Italia Otoritas pajak meminta Google membayar pajak sebesar 300 juta euro atau Rp 4,4 Triliun pada awal tahun 2016 lalu. Namun ternyata Google telah memanipulasi pendapatan mereka selama 6 tahun beroperasi ke Italia. Pendapatan yang didapatkan ke Italia tersebut dialokasikan ke Irlandia sehingga pembayaran pajak yang Google di negara Italia menciut menjadi 2,2 juta euro atau Rp 32 miliar pada 2015 lalu. Meski demikian Google masih berdalih bahwa mereka telah mematuhi ketetapan pajak.

Di Inggris pembayaran pajak mencapai 130 juta pounsterling atau sebesar Rp 2,2 Triliun. Angka tersebut berdasarkan kesepakan kedua belah pihak meski menurut phak Inggris nilai tersebut sangatlah kecil. Seharusnya setelah 10 tahun beroperasi seharusnya Google membayar sebesar Rp 123 Triliun.

Sedangkan di perancis Google harus diburu oleh tim investigasi pajak lantaran ta kooperatif dalam membayar pajak. Dalih yang diungkapkan Google sama seperti yang diungkapkan di Italia, Google membawa sebagian besar pendapatannya ke Irlandia. Alhasil, pajak yang dibayar Google ke Perancis hanya secuil dari penghasilan yang diraup di negeri tersebut.

Negara terakhir yang bermasalah dengan pajak yang dibayarkan oleh Google adalah Spanyol. Pemerintah Spanyol mengaku kecewa atas niat Google di negaranya yang dianggap hanya mencari untung saja.

Kasus pajak yang melibatan Google masih berlanjut hingga sekarang. Di Indonesia Sendiri hingga kini belum diketahui berapa nominal pajak penghasilan yang seharusnya disetor Google Indonesia ke negara.