Dimas Kanjeng Ditangkap Layaknya Teroris, Pihak Padepokan Layangkan Protes

346

dimas-kanjeng-ditangkap-layaknya-teroris-pihak-padepokan-layangkan-protesHariannusantara.com – Beberapa waktu belakangan media massa dan publik di hebohkan dengan adanya kasus Dimas Kanjeng yang memiliki padepokan pengganda uang. Tak tanggung – tanggung karena adalanya isu mampu menggandakan uang tersebutlah jumlah santri yang ada di pesantren Dimas Kanjeng berjumlah sangat banyak.

Konon satri yang ingin menggandakan uang terlebih dahuu harus memberikan mahar sebesar 15 Milyar dan dijanjikan akan berlipat ganda dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, para santri juga diminta untuk melakukan investasi berlian, emas, jam tangan Rolex dan barang – barang mewah lainnya. Namun ternyata barang – barang yang diinvestasikan tersebut adalah barang palsu. Sehingga para santri yang menjadi korban merugi milyaran rupiah.

Beruntungnya saat ini Dimas Kanjeng telah ditangkap oleh pihak kepolisian yang menurunkan 1500 personil poisi untuk menangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang merupakan pemimpin padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo.

Namun setelah ditangkap, dari pihak padepokan Dimas Kanjeng melayangkan protes pada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Surat itu terkait penangkapan pimpinan padepokan yayasan tersebut, Taat Pribadi, yang dinilai layaknya menangkap teroris.

Mennaggapi protes tersebut, pihak Kapolri yang diwakili oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan bahwa sebenarnya kepolisian telah bberapa kali memanggil pihak Dimas Kanjeng dan sayngnya tak pernah diindahkan oleh Dimas Kanjeng.

“Tetapi ternyata enggak diindahkan, sehingga dilakukan upaya paksa yang lebih keras,” ucap Boy di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 27 September 2016.

Terkait dengan jumlah personil yang banyak pada saat penangkapan pihak kepolisian juga telah memiliki alasan

“Itu alasan petugas, kesannya jumlahnya berlebih. Ada kondisi pengamatan, penilaian, kekhawatiran munculnya perlawanan dan aksi protes. Ada semacam back-up penyidik untuk mengantisipasi,” ujar Boy.

“Biasanya didasarkan adanya informasi intelijen. Ini orang yang ditangkap tokoh padepokan. Maka perlu ada kekuatan pengamanan,” Boy menambahkan.

Dimas Kanjeng sendiri, ditangkap oleh pihak kepolisian selain karena kasus penggandaan uang juga dikarenakan terlibat kasus pembunuhan Abdul Ghani yang merupakan salah satu santri di padepokannya. Penangapan tersebut dilakukan oleh personel gabungan dari Polda Jatim yang langsung berada di bawah komado Wakapolda Jatim Brigjen Pol Gatot Subroto.