Bikin Gebrakan Baru, Majalah Playboy Tampilkan Wanita Berhijab Pada Edisi Terbarunya

357

bikin-gebrakan-baru-majalah-playboy-tampilkan-wanita-berhijab-pada-edisi-terbarunyaHariannusantara.com – Selama ini masyarakat mnegenal majalah Playboy sebagai majalah dewasa yang menampilkan foto – foto sexy para modelnya. Namun sejak 12 Oktober 2015 lalu Playboy telah mengubah konsepnya dan memutuskan untuk berhenti menampilkan foto – foto vulgar para modelnya.

Meski keputusan tersebut banyak menuai protes dari para konsumennya, nampaknya Playboy telah mantap akan keputusannya. Beberapa waktu lalu Playboy kembali membuat kejutan bagi para fansnya. Pasalnya pada majalah edisi Oktober 2016 yang bertema Renegades, Playboy justru menampilkan sebuah foto perempuan muslim berhijab.

Foto wanita muslin berhijab yang diketahui bernama Noor Touguri tersebut merupakan foto pertama sepanjang sejarah berdirinya Playboy hingga sekarang.

Touguri sendiri merupakan salah satu sosok perempuan yang tengah menjadi perhatian TEDx dan kampanye yang mendukung agar setiap perempuan berani memperlihatkan kepribadian mereka yang berbeda. Perepuan berusia 22 tahun tersebut juga diketahui berprofesi sebagai jurnalis Newsy.

Touguri sendiri mengungkapkan bahwa banya orang yang menyebutnya sebagai penggerak perubahan lantaran berhasil membuat para perempuan menyadari bahwa mereka bisa melakukan apapun tanpa harus menghilangkan pribadi mereka.

Aku disebut berhasil membuat perubahan jika semua perempuan sadar kalau mereka bisa melakukan apapun yang diinginkan tanpa harus mengorbankan pribadi mereka. Mungkin penampilanku sedikit berbeda. Aku adalah reporter yang selalu mengenakan jilbab dan menutup kepalaku. Tapi sebagai seorang pembaca berita, motivator dan enterpreneur, aku membuka diri untuk ribuan orang,” cerita Tagouri mantap

Meski dianggap menginspirasi oleh beberapa pihak, banyak juga yang menghujat Touguri lantaran ia tampil dalam majalah Playboy. Dilansir dalam Motto, Playboy dianggap hanay mengeksploitasi sosok peremuan berhijab, salah satunya dengan menampilkan Touguri.

Menanggapi banyaknya kritikan yang diberikan padanya, Touguri sendiri mengaku tak ambilpusing atas segala komentar negatif karena menurutnya hal tersebut tidaklah bermanfaat. Ia lebih memilih berfokus pada pekerjaannya dibanding menanggapi komentar negatif orang lain.

“Jika kebencian dan hujatan harus dibalas, sebetulnya aku tak punya waktu untuk mengurusi hal itu. Aku selalu mengingatkan diriku sendiri agar tetap fokus bekerja dan mengabaikan orang-orang yang marah di belakang layar komputer.”