Lolos ke Putaran Kedua, Praveen/Debby Ingin Lawan Tontowi/Lilyana di Perempat Final ‘Malaysia Open’

287
Lolos-ke-Putaran-Kedua-Praveen-Debby-Ingin-Lawan-Tontowi-Lilyana-di-Perempat-Final-‘Malaysia-Open’
Praveen Jordan/Debby Susanto

Hariaannusantara.com Tiga pasangan ganda campuran Indonesia berhasil lolos ke putaran kedua turnamen ‘CELCOM AXIATA Malaysia Open 2017’, sebelumnya Indonesia menempatkan lima wakilnya pada putaran pertama. Pasangan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berhasil melaju ke babak kedua.

Edi/Gloria menuntaskan perlawanan pasangan tuan rumah, Peng Soon Chan/Liu Ying Goh dengan skor 18-21, 21-19, dan 21-17. Pasangan Praveen/Debby juga hrus bekerja kerja keras untuk memenangi pertandingan melawan pasangan asal Thailand, Nipithpon Puangpuapech/Jongkolphan Kittiharakul, dengan skor 22-24, 21-12, 21-12. Sedangkan pasangan Tontowi/Lilyana dapat menekuk lawan dalam dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-12.

Pasangan Tontowi/Lilyana dan Praveen/Debby berada di satu pool yang sama. Keduanya bisa bertemu pada babak perempat final. Pasangan Praveen/Debby  sangat ingin bertemu seniornya di babak perdelapan final tersebut. Pasalnya keduanya masih penasaran untuk bisa mengalahkan ganda campuran nomor satu di Indonesia tersebut. Rekor pertemuan mereka yakni 4-1, dimana dari lima pertemuan mereka dilapangan hijau, Praveen/Debby baru sekali mengalahkan seniornya itu.

“Kami mau ketemu sama cik Butet dan Owi, target pertamanya itu dulu,” kata Debby dikutip dari Badmintonindonesia.org.

“Ini adalah pertandingan pertama kami di stadion ini, kami masih kurang antisipasi kondisi lapangan dan ini mengganggu kami di game pertama. Jadi kami terus dibawah tekanan,” kata Praveen.

Demi ambisinya, Praveen/Debby berusaha keras untuk memenangi pertandingan dengan duet Nipithpon/Jongkolphan. Anak didik Richard Mainaky ini mengaku kualahan menghadapi pasangan Thailand dikarenakan mereka belum beradaptasi dengan lapangan sehingga mereka harus kehilang game pertama. Namun di game kedua dan ketiga mereka tidak mau kalah start, jadi pada dua gim ini mereka terus menekan pasangan Thailand tersebut.

“Di game pertama dan kedua, kami sebetulnya main normal saja, cuma kami lebih siap dibanding game pertama. Kami banyak mencari kesempatan untuk bisa menekan lawan terlebih dulu. Lapangan yang silau dan berangin menyebabkan kalau bola naik jadi kurang bisa dikontrol, makanya harus serang duluan,” jelas Debby.