Soal Pernyataan Jokowi, Andi Arief: Sontoloyo Teriak Sontoloyo

Pidato-‘Game-of-Thrones’-Jokowi-Sukses-Pikat-6-Pejabat-Internasional

Hariannusantara.comPresiden Joko Widodo menyebutkan politikus sontoloyo adalah politisi yang memakai cara-cara menyebarkan kebencian, mengadu domba, menggunakan isu SARA dan memecah belah masyarakat untuk menarik perhatian masyarakat. Kata-kata sontoloyo itu kemudian bergulir menjadi pro dan kontra di kalangan pemerhati politik dan politisi.

“Kalau masih memakai cara-cara lama seperti itu, masih politik kebencian, politik sara, politik adu domba, politik pecah belah, itu yang namanya tadi politik sontoloyo,” kata Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Director Centre for Strategic and Policy Studies Prijanto Rabbani melalui akun Twitter @RabbaniProjects menilai kurang elok seorang Presiden menggunakan istilah seperti itu karena bisa memicu polemik. Prijanto Rabbani menambahkan karena Jokowi pakai sontoloyo, maka dia juga coba ikut, bila nyebut pihak pemerintah yang tak beres kerjanya, pakai sontoloyo.

Sementara politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membully Presiden Joko Widodo dengan membuat beberapa pertanyaan melalui cuitannya. Menurut dia pemikiran sontoloyo itu adalah dimana ketika seseorang memprirotaskan anggaran untuk bantuan mendongkrak elektabilitas yang nyungsep daripada memprioritaskan anggaran untuk kesehatan masyarakat. Kolega Ferdinand Hutahaean di Partai Demokrat, Andi Arief, mengatakan tidak akan ada mampu memusnahkan keyakinan.

Loading...

Baca juga:
– Wiranto Akui Tahu Sosok Politikus Sontoloyo
– Demokrat Sayangkan Pernyataan Jokowi Soal Politikus Sontoloyo

“Anda bisa berkumpul dan bersorak membakat tulisan. Tapi anda tak akan mampu memusnahkan keyakinan. Sontoloyo teriak sontoloyo. Bung Karno adalah orang yang menyebut Islam Sontoloyo atau masyarakat onta. Kemana arah sontoloyo yang dimaksud kemarin pak?,” kata Andi Arief.