TNI Lepas Tembakan di Natuna, Menlu Bantah Ada Korban

293

TNI-Lepas-Tembakan-di-Natuna-Menlu-Bantah-Ada-Korban

Hariannusantara.com – Menteri Luar Neger,i Retno Marsudi membantah ada nelayan atau anak buah kapal penangkap ikan asal China yang terluka dalam insiden di Natuna, Laut China Selatan. Jumat pekan lalu, kapal perang TNI Angkatan Laut melepaskan tembakan peringatan kepada 12 kapal asing pencuri ikan. Salah satu tembakan itu lantas mengenai kapal berbendara China.

“Mengenai tuduhan ada ABK yang terluka, saya sudah komunikasi dengan Pangab (Panglima TNI) dan Kepala Staf AL. Tidak ada yang terluka,” kata Retno, Senin (20/6/2016).

“Total tujuh ABK dalam keadaan baik dan tidak ada yang terluka,” tegas Retno.

Saat kapal China bernomor lambung 19039 itu berhasil diberhentikan dan ditangkap TNI Angkatan Laut, diketahui bahwa kapal itu diawaki oleh enam kru laki-laki dan satu perempuan.

Sementara komunikasi kapal ditemukan dalam keadaan rusak, diduga dirusak oleh para ABK kapal itu sendiri. Seperti disampaikan TNI AL sebelumnya, Retno mengatakan Jumat pekan lalu kapal TNI memergoki ada 10-12 kapal asing di perairan Natuna, dalam wilayah zona ekonomi ekslusif (ZEE) Indonesia. Kapal-kapal itu terlihat sedang melempar jaring, diduga sedang mencuri ikan.

Melihat kapal TNI AL, kapal-kapal asing itu kemudian kabur. Empat kapal perang Indonesia memburu mereka kemudian memencar. Kapal-kapal TNI AL melalui radio komunikasi dan pengeras suara, memerintahkan kepada seluruh kapal ikan asing itu untuk berhenti dan mematikan mesin.

“Namun permintaan tersebut diabaikan dan kapal ikan asing menambah kecepatan,” ujar Retno.

Akhirnya setelah beberapa jam memburu kapal-kapal asing itu, kapal perang RI melepas tembakan peringatan ke udara dan laut. Tembakan itu sudah sesuai dengan prosedur.

“Apa yang dilakukan TNI AL adalah bagian pelaksanaan law enforcement dalam melaksanakan hak berdaulat di ZEE kita,” pungkasnya.