Bukan Hanya Eksotisme, Liburan Edukasi Dapat Membantu Kita Mengenali Jati Diri Bangsa

786

kota pusaka

Hariannusantara.com – Tujuan wisata berupa pulau, air terjun dan keindahan alam lainnya merupakan hal umum yang biasa dilakukan masyarakat, namun sedikit yang mengerti jika indonesia memiliki Wisata Pusaka di Beberapa daerah.

Dalam diskusi kota wisata yang dihadiri walikota bogor dan Ketua Dewan Pembina Badan Pelestarian Pusaka Indonesia Hashim Sujono Djojohadikusumo dalam Temu Kota Pusaka 2015, di Balai Kota Bogor, Sabtu (10/10/2015). Pusaka merupakan Identitas dan Jati Diri Bangsa yang harus dikenali dan di lestarikan.

Hanya 54 dari 514 atau satu dari 10 kabupaten/kota tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Hal ini mencerminkan minimnya perhatian terhadap pelestarian pusaka.

Pusaka terdiri dari monumen atau bangunan sejarah, lanskap atau alam, budaya, dan monumen-alam-budaya atau saujana. Setiap kabupaten/kota di Indonesia diyakini memiliki pusaka yang perlu dilestarikan, dibanggakan, dan menjadi sumber inspirasi kehidupan.

Baru 54 daerah yang tergabung dalam JKPI menandakan sedikit yang sudah sadar dan mau terlibat melestarikan. Namun, komitmen pelestarian oleh pemerintah, kata Hashim, perlu terus-menerus ditagih. ”Perhatian pemerintah masih minim,” katanya.

Pernyataan itu seakan sesuai dengan kondisi di Kota Bogor yang sudah tergabung dalam JKPI. Pada 2007, terdata 835 bangunan dan benda bersejarah. Sayang, pendataan tidak berlanjut dengan dokumentasi, penulisan, apalagi kampanye pelestarian. Pada 2014, Pemerintah Kota Bogor mengajukan perlindungan hukum terhadap 244 peninggalan sejarah ke pemerintah pusat. dikutip dari kompas.com