Pilwali Kota Surabaya : Risma dan Rasiyo Berbeda Pemahaman

484
Rasio-lucy penantang rismaharini-whisnu sumber gambar www.youtube.com
Rasio-lucy penantang rismaharini-whisnu sumber gambar www.youtube.com

Hariannusantara.com – Pemilihan Walikota Surabaya yang akan di gelar 9 Desember 2015 kota Surabaya memasuki babak sengit perdebatan masalah pendidikan.

Rasiyo yang juga pernah menjabat sebagai Kadinas pendidikan ini merasa lebih tau masalah pendidikan ketimbang Tri Rismaharini

Rasiyo-Lucy Kurniasari menyatakan akan tetap memberikan bantuan operasional daerah (Bopda) kepada sekolah menengah atas(SMA/SMK). Padahal, tahun depan pengelolaannya sudah berada di tangan pemerintah provinsi.

“Ada banyak mekanisme yang memungkinkan Pemkot Surabaya masih bisa memberikan anggaran Bopda kepada sekolah menengah. Bisa dengan hibah, bisa dengan mekanisme bantuan pendidikan,” terang Rasiyo, di Posko Pemenangan Serasi Jalan Flores Surabaya kemarin (9/11). dikutip dr JPNN.

Berbeda dengan pendapat Rasiyo, petahana walikota Surabaya yang maju lagi sebagai Kandidat walikota ini memiliki pandangan berbeda.

Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana bertekad menggugat Mahkamah Agung agar pendidikan gratis itu tetap berlangsung.

Wishnu menjelaskan, berdasarkan UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pengambilalihan pengelolaan pendidikan SMA/SMK oleh pemprov,  mengancam program pendidikan gratis di tingkat tersebut.

“Yang perlu diketahui kami berjuang menggugat aturan yang mengancam pendidikan gratis ke MK. Kami tetap ingin siswa SMA/SMK yang warga Surabaya, tetap memperoleh pendidikan gratis,” ujar Wishnu.