Bukan Hanya Indonesia, Liburan di China Juga Timbulkan Kemacetan Parah

303

bukan-hanya-indonesia-liburan-di-china-juga-timbulkan-kemacetan-parahHariannusantara.com Liburan merupakan sebuah momen yang ditunggu oleh banyak orang. Banyak yang memanfaatkan waktu liburan tersebut untuk sekedar berlibur hingga berkunjung ketempat keluarga bahkan mudik kekampung halaman bagi anak rantau.

Nampaknya memanfaatkan momen liburan untuk berlibur atau pulang kampung bukan hanya menjadi tradisi bagi warga Indonesia saja melainkan juga warga Negara China. Pasalnya pada pekan lalu China mendapatkan libur Nasional selama 8 hari. Tak ayal momen libur panjang tersebut dimanfaatkan oleh seluruh warga China untuk berlibur.

Dan sama halnya seperti libur panjang di Indonesia, momen libur panjang di China ini juga menimbulkan efek kemacetan yangs angat parah. Bahkan saking parahnya Editorial The Beijing News meminta para pengendara agar sabar dan waspada di jalan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari South China Morning post pada hari Sabtu ini merupakan akhir dari masa liburan, sehingga arus balik kembali menimbulkan kemacetan parah. Dan benar saja jutaan warga terjebak macet dijalan setelah berlibur dlam minggu emas ini.

Kemacetan di China ini menurut Lie Gie semakin bertambah parah karena adanya adanya beberapa jalan tol yang digratiskan.

“Inilah pertama kalinya jalan-jalan layang China tidak berbayar dan jelas akan menimbulkan kemacetan…banyak orang yang memanfaatkan yang gratis.” Ungkap Lee Gie komentator China Central Television.

Kemacetan ini bahkan membuat warga yang ingin keluar kota membutuhkan waktu hingga 7 sampai 8 jam

“Kalau situasi berlanjut, mungkin saya harus menghabiskan waktu 8 jam di jalan.” Ungkap salah seorang pengemudi yang terjebak macet.

Karena kemacetan yang terjadi banyak warga yang menjadi korban. Kabarnya seorang wanita harus kehilangan bayinya. Selain itu seorang pekerja migran kehilangan kesempatan bertemu ayahnya terakhir kali.

“Sepengetahuan kami, seorang wanita hamil kehilangan bayinya karena jalan macet, seorang pekerja migran kehilangan kesempatan bertemu ayahnya terakhir kali karena jalan macet” ungkap sumber dari Harian Daily Sunshine di Shenzhen

Banyak yang menduga kemacetan ini disebabkan oleh keinginan masyarakat dalam memanfaarkan liburan yang juga dibarengi adanya tol gratis.

“Kemacetan jalan raya menunjukkan keinginan masyarakat untuk memanfaatkan aturan baru (jalan tol gratis). Mereka tidak terbiasa dan itulah sebabnya mereka tergesa-gesa memanfaatkannya”