Penambahan Kuota Haji, Antrian Lebih Pendek Dari 17 Menjadi 14 Tahun

174
Penambahan-Kuota-Haji-Antrian-Lebih-Pendek-Dari-17-Ke-14-Tahun
kuota haji bertambah

Hariannusantara.comPada hari Senin (16/1/2017), Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengumumkan adanya penambahan kuota haji pada tahun 2017. Dirinya menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi telah menyetuji penambahan kuota jamaah haji asal Indonesia. Lukman menyebutkan bahwa pemerintah Arab Saudi menambah kuota jamaah haji Indonesia menjadi 221.000 pada tahun ini. Penambahan kuota ini diberikan khusus bagi Indonesia karena Indonesia dianggap memiliki suatu keistimewaan.

“Khusus 10 ribu hanya untuk Indonesia karena keistimewaan Indonesia di mata pemerintah Arab Saudi,” jelas Lukman, Senin (16/1/2017).

Dalam keterangannya, Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa pada tahun 2017 pemerintah Arab Saudi mengembalikan jumlah kuota haji Indonesia yang semula 168.800 menjadi 211.000, selain itu pemerintah Arab Saudi memberikan tambahan 10.000 kuota haji. Lukman menekankan bahwa penambahan kuota haji ini akan diprioritaskan bagi calon jamaah haji yang belum pernah melakukan ibadah haji, sedangkan bagi jamaah yang pernah berangkat haji maka diharap ‘legowo’.

“Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211 ribu untuk tahun 2017. Selain itu, pemerintah Arab Saudi menyetujui permintaan penambahan kuota sebesar 10 ribu. Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia di tahun 2017 menjadi 221 ribu,” kata Jokowi, Rabu (11/1/2017).

Penambahan kuota jamaah haji ini juga harus dibarengi dengan penambahan jumlah petugas haji, hal ini disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul jamil pada saat rapat dengan Komisi III DPR. Jamil juga menambahkan bahwa bukan hanya meningkatkan jumlah petugas tetapi juga kompetensi dari petugas haji seperti petugas katering yang handal sehingga dapat melakukan pengawasan menu secara profesional dan juga dapat mendistribusikan ke seluruh pemondokan jamaah haji.

“Harus ada petugas katering yang andal, profesional di bidang pengawasan menu, distribusi ke seluruh pemondokan. Termasuk petugas yang paham seluk-beluk dan lika-liku transportasi darat,” terang Jamil.