Kelola Blok Tua, Tahap Awal Penguatan NOC

281
Asosiasi-Dorong-Pertamina-Kembangkan-Pembangkit-Listrik-Tenaga-Panas-Bumi
PLTP

Hariannusantara.com Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar, Pertamina yang merupakan National Oil Company (NOC) milik Indonesia, seharusnya bisa menguasai 90 persen blok-blok migas dalam negeri. Sejauh ini Pertamina hanya bisa menguasai 24 persen blok-blok migas nasional. Dirinya menuturkan bahwa seharusnya pemerintah kita dapat menawarkan blok yang habis kontraknya ke Pertamina sebagai langkah penguatan NOC.

“Dalam rangka kepentingan nasional, kita perkuat Pertamina sebagai national oil company kita. Di negara lain kontribusi NOC pada produksi minyak nasional umumnya di atas 90%. Negara tetangga, Malaysia saja kontribusi Petronas ke produksi minyak nasional 54%. Sementara Pertamina 24% saja,” kata Archandra, Rabu (18/1/2017).

Archandra juga menuturkan bahwa hak istimewa Pertamina yang diprioritaskan untuk mengelola blok yang telah habis masa kontraknya tersebut  tidak akan mengganggu persaingan dengan Kontraktor Kontrka Kerja Sama  (KKKS). Pasalnya blok-blok yang habis masa kontraknya itu termasuk blok-blok tua, sehingga KKKS masih dapat mengelola blok-blok lainnya. Selain itu jika Pertamina tidak minat dengan blok tersebut, maka KKKS bisa mengambil alih. KKKS lain bisa mengambil alih blok tersebut jika Pertamina tidak memiliki teknologi yang mumpuni dan modal yang cukup.

“Oil company lain dikasih kesempatan kalau Pertamina nggak minat. Kalau Pertamina tidak punya teknologi dan modal, yang lain boleh ajukan diri mengelola blok-blok yang habis masa kontraknya,” ujar Archandra.

Lagipula ini kan blok-blok tua, KKKS lain masih bisa memiliki blok-blok lain yang mungkin kalau dia kelola, itu lebih pas buat dia. Nah ada 8 blok yang habis juga, alangkah baiknya kalau dikelola Pertamina,” tambahnya.

Untuk Saat ini Pertamina melalui anak perusahaannya yakni Pertamina Hulu Energi tengah mengambil alih Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang telah habis masa kontraknya. Selain ONWJ,  ada 8 blok yang telah habis masa kontraknya seperti Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera, Blok B, Blok NSO, Blok Tengah, dan Blok East Kalimantan.