Habibie JadiTokoh Panutan Ketiga Pasangan Calon Pilkada DKI

196
Habibie-Jadi-Tokoh-Panutan-Ketiga-Pasangan-Calon-Pilkada-DKI
B.J Habibie

Hariannusantara.com Tampaknya Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang dikenal dengan BJ Habibie ini menjadi tokoh panutan bagi ketiga pasangan cagub cawagub DKI Jakarta. Pada hari Kamis (26/1/2017) pasangan Anies-Sandi bertandang ke kediaman Mantan Presiden RI yang ke 3 ini, kemudian disusul oleh Ahok-Djarot. Kini giliran pasangan Agus-Sylviana yang bersilatulrahim dengan Habibie, Minggu (29/1/2017).

Dalam kunjungannya, Agus mengaku mendapat banyak wejangan dari Habibie. Agus juga mendapatkan banyak catatan yang berguna untuknya jika ia terpilih menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Agus menuturkan jika Habibie menitipkan kebhinekaan persatuan di Ibukota Indonesia, mengingat akhir-akhir ini persatuan Indonesia mulai mengkhawatirkan. Ia diharapkan bisa menjadi pemimpi yang bisa menyatukan kemajemukan masyarakat Jakarta. Menurut Agus, ini merupakan pesan yang sangat penting mengingat dirinya merupakan pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa.

”Ada dua pesan utama yang beliau sampaikan, pertama beliau menyampaikan atau menitipkan kebhinekaan, persatuan di Jakarta yang sangat majemuk dan akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan kita semua jika tidak dikelola dengan baik,” ucap Agus.

”Kedua, beliau menitipkan pesan agar kami berdua konsisten untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” lanjutnya.

Habibie juga menekankan agar pasangan calon dengan nomor urut 1 ini dapat benar-benar berdiri untuk masyarakat Jakarta. Hal ini telah menjadi komitmen dari anak sulung mantan Presiden SBY ketika memutuskan untuk ikut serta dalam Pilkada DKI. Agus ingin membela hak-hak seluruh masyarakat Jakarta tidak hanya hak-hak para elite saja karena menurut nya Jakarta milik semua masyarakatnya tidak milik suatu kelompok saja.

”Itulah dua hal utama dan tentunya di sisi lain tadi beliau banyak cerita dan pesan pesan yang baik tentang nilai dan moral, agar masyarakat bisa semakin baik dan maju, modern dan tetap memiliki jatidiri bangsa Indonesia,” jelas Agus.