Demo Amerika Anggap Keputusan Trump Cederai Hak-Hak Muslim

254
Presiden-Amerika-Donald-Trump-Gunakan-Ponsel-Samsung-dengan-Menu-Terbatas
Donald Trump

Hariannusantara.comBeberapa waktu yang lalu Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang imigran dari tujuh Negara muslim masuk ke AS. Perintah eksekutif Donald Trump tersebut mendapatkan banyak kecaman dan protes dari berbagai kalangan. Keputusan Trump ini juga dinilai membahayakan Muslim Amerika dan menciderai citra Muslim Amerika.

Sejumlah kelompok yang mewakili warga AS telah meminta pengadilan untuk menghentikan perintah eksekutif Trump yang dianggap inkonstitusional. Kelompok tersebut terdiri dari Advokat Muslim terkemuka, Profesi Kesehatan Muslim Amerika, Dewan untuk Kemajuan Profesional Muslim, Asosiasi Medis Islam Amerika Utara, Profesional Muslim Urban, Asosiasi Arab Amerika Medis Nasional dan Jaringan Profesional Arab-Amerika.

“Perintah eksekutif adalah inkonstitusional, pelanggaran terhadap hak-hak Muslim. Ini menimbulkan bahaya besar pada komunitas Muslim Amerika dan profesi Muslim Amerika,” kata sejumlah kelompok yang protes terhadap kebijakan Trump, dilansir dari The Economic Times, Selasa (7/2/2017).

Larangan yan diberlakukan oleh Trump ini dianggap telah mengancam Muslim Amerika yang tinggal, bepergian, bekerja, dan juga memiliki keluarga di luar negeri. Selain itu,  pemberlakuakn larangan itu juga dapat membatasi kemampuan Muslim Amerika untuk mempraktikkan profesi yang telah mereka geluti di AS.

Mengingat sejak awal berdirinya AS, ada sekitar 15 persen budak yang beragama muslim jadi kehadiran Muslim tidak akan mengusik kondisi AS. Dan pada saat ini ada sekitar 5000 muslim yang bekerja membela AS sebagai anggota militer, serta masih banyak profesi lainnya seperti tim medis, pengajar, dan pengusaha muslim yang ikut menyokong perekonomian AS selama ini.