Sudah Luncurkan 8 Satelit, Kini Indonesia Kembali Luncurkan Satelit Telkom 3S

292

Sudah-Luncurkan-8-Satelit-Kini-Indonesia-Kembali-Luncurkan-Satelit-Telkom-3SHariannusantara.comSejak tahun 1976 hingga saat ini, setidaknya Indonesia telah meluncurkan delapan satelit. Satelit pertama yang diluncurkan oleh Indonesia yaitu satelit Palapa A1 mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) untuk memberikan layanan telepon dan faksimili antarkota di Indonesia. Lalu, SKSD menjadi infrastruktur utama pendistribusian program televisi Nasional.

Satelit Palapa A2 menjadi satelit kedua yang diluncurkan pada tanggal 11 Maret 1977. Disambung dengan peluncuran satelit Palapa B1 pada 16 Juni 1983. Tujuh tahun berikutnya, satelit ini mengakhiri operasinya. Pada tahun 21 Maret 1987, satelit Pala B2P diluncurkan. Tiga tahun kemudian, Indonesia kembali meluncurkan Palapa B2R. Lalu satelit Palapa B4 diluncurkan pada tahun 1982. Pada tahun 1999 dan 2005, Indonesia kembali meluncurkan satelit Telkom 1 dan Telkom 2.

Hingga saat ini, Telkom 2 masih tetap beroperasi. Namun pada tanggal 15 Februari 2017 Indonesia melalui PT Telkom kembali akan meluncurkan satelit Telkom 3S tepat pada pukul 04:39 WIB. Satelit ini akan diluncurkan dari Guiana Space Center, Kourou, Guyana Prancis, Amerika Selatan pada tanggal 14 Februari 2017 waktu setempat.

“Satelit ini nanti terbang tepat di hari Valentine. Mudah-mudahan bisa membawa cinta buat kita semua. From Kourou with love,” kata Sandrine Bielecki, Media Relation Thales Alenia Space, Jumat (10/2/2017).

Tujuan peluncuran satelit Telkom 3S untuk mengantisipasi peningkatan demand di bidang TIMES (Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainment, dan Services)seiring dengan pertumbuhan teknologi komunikasi di Indonesia. Telkom 3S ini akan mengoptimalkan slot orbit 118 derajat Bujur Timur karena satelit ini membawa transponder yang beroperasi di Standard dan Extended C-Band dan Ku-Band.

Walaupun PT Telkom dan beberapa perusahaan telekomunikasi telah meningkatkan bandwidth melalui jaringan backbone yang berbasis fiber optic. Namun menurut Direktur Network, IT, & Solution Telkom, Abdus Somad Arief, kebutuhan bandwidth masih belum ter-cover dengan jaringan fiber optic dan proyek Palapa Ring, maka dari satelit Telkom 3S diluncurkan.

“Ini artinya semua spektrum di slot itu kami optimalkan. Nantinya, Telkom 3S akan berada di atas Pulau Kalimantan,” pungkas Abdus Somad.