Bawang Putih Meroket, Mendag Kumpulkan Para Importir

121
Enggartiasto Lukita
Enggartiasto Lukita

Hariannusantara.comHarga bawang putih belakangan ini mengalami lonjakan yang cukup tinggi hingga menmbus harga Rp 60 ribu perkilogramnya. Namun Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyebutkan jika akan ada penurunan harga bawang putih menjadi Rp 38 ribu per kilogramnya, bahkan Enggar menjanjikan harga bawang putih dikisaran Rp 35 ribu per kilogram.

“Sekarang Rp 38 ribu, sebentar lagi turun jadi Rp 35 ribu,” ujar Enggartiasto Lukita, Rabu (17/5/2017).

Enggar menargetkan harga bawang putih akan terus menurun hingga dikisaran 30 ribu per kilogramnya. Penurunan harga bawang putih di pasaran diimbangi dengan mingkatnya pasokan komoditas bawang putih ke pasar-pasar. Hal ini diyakini Enggar akan berjalan dengan baik seiring dengan Gerakan Stabilisasi Pangan yang gencar dilakukan oleh Bulog. Untuk merealisasikan gerakan tersebut, Bulog akan menggelontorkan beberapa komoditas pangan ke pasar-pasar traditional.

Menurut Enggar, tingginya harga bawang putih di pasaran diakibatkan oleh mekanisme impor bawang putih dilakukan secara bebas oleh importir tanpa harus melapor ke pemerintah, sehingga harga komoditas tersebut diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar. Maka dari itu, Kementrian perdagangan telah memutuskan untuk mengatur mengatur tata niaga bawang putih. Alhasil setiap importir wajib mendapatkan rekomendasi serta izin dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan sebelum mengimpor suatu komoditi.

“Ada hal yang membiasakan bahwa kalau kita tidak intervensi, maka harga loncat-loncatan,” ujar Enggar pada pekan awal bulan Mei lalu.

Pekan lalu Enggar juga telah menyelenggarakan pertemuan dengan sejumlah pelaku impor untuk bertemu dengan sejumlah importir bawang putih. Pada pertemuan tersebut, mereka membahas tata niaga untuk menyepakati harga bawang putih yang akan dilempar ke pasaran. Mereka menyepakati harga tertinggi bawang putih sebesar Rp 38 ribu per kilogram.