Harian Nusantara

8 Kiat Sukses Memompa ASI Eksklusif

kesehatan 114 View

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan banyak negara merekomendasikan ASI eksklusif untuk bayi setidaknya sampai dengan usianya enam bulan. Namun, penelitian dari Skotlandia menemukan fakta bahwa imbauan ini kurang realistis. Banyak ibu menghadapi berbagai penyebab ASI mereka tidak keluar dengan lancar saat menyusui. Salah satu solusinya adalah memompa ASI di samping memperkenalkan susu formula kepada si Kecil.

“Dengan memompa ASI eksklusif, Moms masih mendapatkan banyak vitamin dan perlindungan imunologi untuk bayi,” kata Marianne Pastore, koordinator program laktasi di RSU Massachusetts, “Saya memuji ibu yang berkomitmen untuk memberikan bayinya ASI dalam bentuk apa pun.”

 

Tertarik untuk memompa ASI secara eksklusif? Simak delapan kiat sukses berikut ini.

  1. Terima kenyataan bahwa memompa ASI secara eksklusif sangat sulit

Bukan untuk menakut-nakuti para Moms, akan tetapi, memompa ASI eksklusif dapat menjadi tantangan fisik pada awalnya. Moms akan merasa seperti dirantai ke peralatan memompa ASI saat memompa 8=12 kali sehari. Payudara Moms akan benar-benar merasa sakit. Moms juga harus mencuci steril peralatan memompa seperti botol pompa, botol susu, dan bagian-bagian dari alat pemompa ASI.

  1. Ketahuilah bahwa proses memompa ASI akan berangsur menjadi mudah

Moms akan mengembangkan ritme dan mempelajari trik menghemat waktu saat memompa ASI. Simpan bagian pompa payudara Moms dalam kantong plastik di lemari es di antara sesi memompa dan cucilah hanya sekali sehari untuk menghemat waktu dan tenaga.

  1. Bersiaplah menghadapi tatapan-tatapan kosong

Memompa ASI bukan sebuah praktik yang dikenal luas dalam masyarakat. Para kerabat, ibu hamil lainnya, dan bahkan para dokter terlihat bingung menjelaskan cara terbaik untuk memompa ASI eksklusif. Masih sedikit diskusi dan informasi tentang metode memberikan ASI secara tidak langsung ini.

  1. Yakinlah bahwa kesuksesan menanti Moms

Jika Moms akan berkomitmen pada proses memompa ASI eksklusif ini, atur lingkungan Moms untuk memaksimalkan peluang keberhasilan Moms. Seorang ibu bernama Sarah Gagnon bahkan memiliki tiga “stasiun pompa” (di kamar tidur, di ruang tamu, dan di mobil pribadinya). Dia tidak pernah harus mengemas atau memindahkan pompa ASI sehingga menghemat waktu dan tenaganya.

  1. Libatkan pasangan Moms

Moms pasti akan terbangun di tengah malam untuk menyusui si Kecil jika Moms memilih atau mampu untuk menyusui secara langsung. Namun, jika kulkas Moms penuh dengan ASI hasil pompa, pasangan Moms dapat membantu memberikan susu kepada si Kecil saat dia terbangun di tengah malam. Cara ini juga membantu si Kecil mengembangkan ikatan dengan Ayahnya. Tentu saja, juga memberikan jam tambahan tidur berharga bagi Moms.

  1. Kembangkan ikatan emosional melalui botol susu

Ikatan ibu dan anak masih bisa diperkuat saat memberikan susu botol. Ingat bahwa Moms masih dapat menyemangati si Kecil dan menghabiskan waktu dengannya saat menggendongnya.

  1. Nikmati kebebasan Moms

Memompa ASI eksklusif berarti Moms tidak harus selalu berada dalam jarak lengan si Kecil jika dia lapar. Manfaatkan ini untuk memulihkan kesehatan mental dan fisik Moms. Mintalah bantuan keluarga atau pengasuh si Kecil untuk memberi susu dan berjalan-jalanlah sejenak keluar ruangan.

  1. Berhentilah ketika Moms benar-benar siap

Mungkin ada saatnya ketika Moms memutuskan untuk melengkapi nutrisi si Kecil dengan susu formula atau berhenti memompa ASI sama sekali. Apa pun keputusan yang Moms pilih adalah tepat pada akhirnya. Pada usia enam bulan, bayi sudah dapat mulai disapih hingga akhirnya dapat makan seperti anggota keluarga lainnya.

Loading...
Copyright 2016 - 2019