Cerita Leonardo DiCaprio yang Nyaris Gagal Tampil di Film ‘Titanic’

203
Jeremy Sisto
Jeremy Sisto

Hariannusantara.comLeonardo DiCaprio berpasangan Kate Winslet tampil total dan penuh pesona dalam film Titanic yang masih melegenda. Buktinya, film yang rilis 1997 silam itu tetap dikenang oleh penikmatnya di seluruh dunia sebagai salah satu film legendaris.

Selain mengisahkan tentang tragedi tenggelamnya kapal terbesar di tahun 1912 silam, Titanic juga memiliki kisah cinta manis mengenai rakyat jelata Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dengan perempuan kaya Rose DeWitt Bukater (Kate Winslet).

Adegan paling fenomenal saat Rose meminta Jack melukis tubuhnya tanpa sehelai benang. Saat itu dikisahkan Jack menerima tawaran untuk menunjukkan kemampuannya dalam hal melukis.

Namun sebuah laporan terbaru menyebutkan, Leonardo nyaris tak mendapatkan peran Jack Dawson dan diberikan kepada aktor Jeremy Sisto. Laman News.au menyebutkan bahwa Sisto sempat melakukan audisi untuk adegan Jack melukis Rose` bersama Kate Winslet. 

Sayangnya, Sisto yang namanya naik berkat serial TV remaja 90-an, Clueless, tak bisa membangun hubungan yang kuat dengan Kate Winslet. Akhirnya James Cameron, sutradara Titanic, terpaksa menolak Sisto sebagai Jack Dawson.

Saat diwawancarai Huffington Post baru-baru ini, Sisto mengungkapkan kekecewaannya tak bisa mendapatkan peran Jack Dawson. Sisto menyebutkan jika dirinya patah hati kepada James Cameron yang tak bisa membantunya mewujudkan impian dalam film ‘Titanic’.

“Aku memang pernah test screen dengan Kate Winslet. Itu adalah salah satu pekerjaan impian yang tak bisa aku dapatkan,” ujar Sisto sambil tertawa.

“Aku sedikit malu mengungkapkan kegagalanku. Aku juga tak bisa melihat penggemar Titanic kecewa dengan kehadiranku. Tapi, tetap aku patah hati tak bisa mendapatkan pekerjaan ini,” lanjut Sisto.

Namun Sisto menyadari, kala itu ioa masih berusia sangat belia yakni 19 tahun. Ia sadar dirinya masih belum berpengalaman dan perlu banyak belajar. Namun kini, pengalaman kegagalan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya.

“Aku masih berusia 19 tahun saat itu. Ketika teringat akan kejadian itu, aku sangat bersyukur. Kau masih mencari identitasmu yang sesungguhnya,” tutup Sisto.