PERUNDINGAN DI PERBATASAN SEMENANJUNG KOREA AKHIRNYA MENCAPAI KATA SEPAKAT

435
Ketegangan perbatasan Korea sumber gambar koreaxoxo.blogspot.com
Ketegangan perbatasan Korea sumber gambar koreaxoxo.blogspot.com

Hariannusantara.com – Perundingan antara Korea Utara dan Korea Selatan akhirnya telah mencapai kata sepakat. Ketegangan yang tejadi di perbatasan antara kedua negara tersebut dipicu oleh adanya ranjau darat yang ditanam di zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai dua perwira tentara Seoul.

Pemerintah Korea Selatan menuduh penanaman ranjau darat tersebut atas perbuatan militer Korea Utara. Sehingga balasan serangan verbal yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan terus – menerus melalui pengeras suara di perbatasan untuk sebagai propaganda anti Pyongyang.

Lantas kemudian pihak militer Korea Utara melancarkan serangan dengan penembakan artileri disepanjang perbatasan. Pihak Korea Utara meminta pemerintah Korea Selatan untuk segera  menghentikan aksi propaganda tersebut. Pihak Korea Utara mengancam bahwa akan melancarkan serangan militer yang lebih berbahaya lagi. Batas waktu yang diberikan oleh Korea Utara hanya sampai 22 agustus jam 05.00 sore.

Sekjen PBB telah memberikan usulan kepada Korea Selatan untuk melakukan perundingan dengan pihak Korea Utara agar dapat mencegah terjadinya peperangan. Namun tawaran perundingan itu baru dilayangkan beberapa jam sebelum berakhirnya batas waktu yang ditetapkan.

Presiden Korea selatan Park Gaenhye menegaskan bahwa “tidak akan menghentikan serangan verbal tersebut sampai pihak Korea Utara mau mengakui dan meminta maaf atas kejadian ranjau darat pada awal bulan Agustus lalu” saat diwawancarai kemarin 24 Agustus.

Namun hari ini 25 Agustus perundingan antara kedua belah pihak di perbatasan berlangsung lagi dan pihak Korea Utara menyatakan bersedia mengakui dan meminta maaf atas pristiwa ranjau darat tersebut. Begitupun sebaliknya pihak Korea Selatan dengan resmi menyatakan menghentikan aksi propagandanya. Hal itu disampaikan Kepala Keamanan Nasional Korsel, Kim Kwan-jin pagi tadi.

”Saya berharap bahwa kita dapat membangun hubungan Korsel dan Korut yang baru, di mana orang-orang kami (berharap untuk) dengan tulus untuk melaksanakan isu-isu yang disepakati dalam dialog dan membangun kepercayaan untuk kerja sama,” kata Kim Kwan-jin menegaskan.

Sementara itu, Pemerintah Korut melalui kantor berita KCNA, juga menegaskan bahwa kesepakatan damai kedua Korea telah tercapai.