Jonghyun SHINee Banjir Kritikan Lantaran Dianggap Lecehkan Budaya India

587
tak-hanya-b1a4-serta-infinite-jonghyun-shinee-juga-pernah-diraba-di-snl-korea
Jonghyun SHINee

Hariannusantara.com – Kabar yang kurang baik datang dari salah satu member SHINee, yakni Jonghyun. Pasalnya saat menggelar konser solo yang dilaksanakan pada 3 – 4 Desember lalu,banyak netizen yang menilai perlakuan Jonghyun tak pantas. Jonghyun dinilai membuat budaya india sebagai lelucon.

Selama konser berangsung, Jonghyun sempat mengenakan kostum India. Meski awalnya berniat untuk membuat para penggemar terhibur dnegan mengoceh tka jelas seolah menggunakan bahasa dari India agar terlihat lucu, Jonghyun justru membuat para fans tersinggung dan meminta kepada Jonghyun untuk memberikan penjelasannya.

Selain VCR, Jonghyun juga sempat memebrikan komentarnya mengenai homoseksual yang juga menjadi sorotan para netizen. Tak ayal kejadian selama konser, membuat Jonghyun banjir kritikan. Atas perbuatan yang ia lakukan dan menyinggung banyak pihak, akhirnya melalui surat permintaan maaf yang sangat panjang, Jonghyun meminta maaf pada seluruh netizen yang ia unggah ke akun twitternya.

Berikut ini merupakan surat permintaan maaf Jonghyun yang berhasil dihimpun

jonghyun-shinee-banjir-kritikan-lantaran-dianggap-lecehkan-budaya-india
Permintaan Maaf Jonghyun melalui akun twitter @realjonghyun90

“Hari pertama konserku sudah selesai. Aku mendapat banyak komentar soal penampilanku dan aku minta maaf atas apa yang kukatakan (selama konser).

Aku diberitahu bahwa salah satu video di konser meremehkan area tertentu dan menggunakannya untuk lelucon dan banyak orang dari daerah tersebut merasa kurang senang. Itu adalah kesalahanku dan aku akan menghapusnya dari video.

Ini adalah kesalahan yang tak boleh kulakukan dan aku menundukkan kepalaku sebagai permintaan maaf untuk semua yang merasa kecewa. Aku tidak bermaksud meremehkan budaya negara yang kaya akan sejarah. Di video, ceritanya adalah wanita yang tertarik padaku setelah mendengar lagu dan melihat koreografi di video yang jadi masalah itu.

Aku tidak bermaksud menjadikan budaya sebagai lelucon tapi itu adalah bagian yang membuatku pede dari semua genre dan konsep. Poin yang lucu terletak pada akting, ekspresi dan gestur berlebihanky dan aku tidak bermaksud menjadikannya (budaya) lelucon.

Video juga menampilkan kostum gangster, narapidana, nelayan, duyung dan kostum bermasalah. Musik yang dipakai adalah EDM dan hiphop. Aku menyinggung banyak orang dengan cara pikirku yang kurang dan aku menyesal atas aksi yang kulakukan.

Aku tidak bermaksud menjadikan budaya sebagai lelucon. Tapi bagaimanapun aku tidak bisa membiarkan diriku menyinggung (orang lain) dengan video tersebut, jadi aku menundukkan kepala sebagai permintaan maaf. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku akan menghapus dan mengganti video tersebut dengan yang baru.

Aku juga ingin membicarakan tentang komentar yang kukatakan, ‘Aku menghormati selera mereka, tapi aku tidak begitu’. Aku tidak benar-benar ingat apa yang kukatakan. Tapi saat aku mengatakan hal itu, aku ingat harus mengatakannya dengan tepat agar tidak menimbulkan masalah, jadi aku menggunakan kata ‘selera’ dan ‘begitu’ karena hal tersebut.

‘Selera’ berarti suatu kecenderungan menurut karakteristik masing-masing dan karakteristik datangnya dari hati orang. Kecenderungan berarti bagaimana fenomena, pikiran atau tindakan menuju ke satu arah. ‘Selera’ bisa ditulis sebagai ‘tujuan seseorang berdasarkan sifat dasar mereka’.

Itu kenapa aku mengatakan ‘begitu’ karena aku tidak menuju ke sana, bukan karena aku tidak bisa menggunakan kata ‘gay’, ‘homoseksual’ atau ‘minoritas seksual’. Jika ‘sisi yang itu’ digunakan untuk menghina pihak tertentu di dunia ini, itu berarti adalah kesalahanku karena bodoh.

Jika itu masalahnya, aku benar-benar minta maaf. Namun fokus dari komentar bukan ‘sisi yang itu’, tapi ‘kecenderungan’. 5-6 tahun yang lalu, aku menggunakan kata ‘hobi yang itu’ dan menjadi kata yang menghina. Itu kesalahanku karena mengartikan kecenderungan sebagai hobi.

Itu terjadi saat aku baru menginjak usia 20an tahun dan aku tidak pernah menggunakannya di depan orang lain setelah menyadari kesalahanku. Sekarang aku tahu kalau itu digunakan oleh banyak fandom. Jika ada yang membaca ini dan mengerti bahwa kata-kata tersebut merendahkan, semoga mereka berhenti menggunakan kata-kata tersebut. Itu kesalahanku karena aku dulu lebih bodoh dari sekarang dan aku ingin mengoreksi kesalahanku meski cuma sedikit.” tulis Jonghyun dalam akun twitternya

Kejadian saat konser yang menyinggung beberapa pihak sebenarnya bukan bau pertama kali terjadi pada para idol Korea Selatan, pasalnya sejumlah artis lain seperti P.O Block B, hingga Hyeri Girls Day.

Hyeri yang mengenakan baju yang bertuliskan “My Shirt Will HELP Japan”. Bahkan di bagian dadanya terdapat bendera “rising sun” yang berbentuk hati. Hal ini tentu mengundang kesan yang tak sedap di kalangan pemirsanya. Bagaimanapun Hyeri merupakan warga Korea, member girlband Korea, dan sedang perform lagu dalam Bahasa Korea.