ESDM: Limbah Sawit Bisa Digunakan Jadi Sumber Energi Terbarukan!

317

ESDM-Limbah-Sawit-Bisa-Digunakan-Jadi-Sumber-Energi-Terbarukan!Hariannusantara.comDewasa ini listrik merupakan suatu kebutuhan primer bagi setiap orang. Kebutuhan listrik semakin tahun semakin meningkat, namun peningkatan jumlah kebutuhan listrik tidak sebanding dengan penurunan jumlah pasokan bahan bakar pembangkit listrik energi fosil. Untuk mengatasi masalah tersebut  ]maka bahan bakar dapat diganti dengan beberapa alternatif energi yang terbarukan. Cahaya matahari, aliran air, angin, dan panas bumi merupakan contoh sumber energi terbarukan yang mulai banyak dikembangkan untuk pembangkit.

Pulau Sumatera dan Kalimantan merupakan pulau yang terkenal sebagi penghasil komoditi sawit. Ada sekitar 800 pabrik pengelola sawit yang ada di Kalimatan dan Sumatera, sehingga limbah yang dihasilkan pun sangat banyak. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi energi listrik. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan, Rida Mulyana, menyebut jika sudah ada beberapa proyek percontohan menganai hal tersebut. Kabupaten Rokanhulu-Riau merupakan salah satu wilayah percontohan proyek tersebut.

“Di Rokanhulu yang paling pertama. Itu bisa menerangi 2000 kepala keluarga, dikelola koperasi tanpa campur tangan PLN,” ujar Rida, Rabu (15/3/2017).

Kementrian ESDM akan menggodok kebijakan ini bersama Kementrian Lingkungan Hidup.  Limbah cair kelapa sawit ini mengandung metana yang baik untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumberdaya energi terbarukan. Menurut Rida, setiap pabrik pengolahan kelapa sawit dapat menghasilkan setidaknya 1 Mw dari limbah cair kelapa sawit.

“Selama ini limbah cair itu mereka bakar. Selama pabrik kelapa sawit ada, kan limbahnya pasti ada,” tuturnya.

Rida sangat merekomendasikan limbah ini untuk digunakan sebagai sumber energi pembangkit listrik di Indonesia dari pada limbahnya dirilis ke udara yang akan merusak lapisan ozon bumi. Pihaknya menyerahkan masalah operator ke pada pihak PLN. Rita juga menyebutkan jika kapasitas biogas nasional secara keseluruhan sebesar 32 Gw, sedangkan baru digunakan baru sekitar 5 persennya.