Karena Boat Bocor, TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 33 TKI Ilegal

222
Karena-Boat-Bocor,-TNI-AL-Berhasil-Gagalkan-Penyelundupan-33-TKI-Ilegal
TNI AL gagalkan penyelundupan 33 TKI ilegal ke Malaysia

Hariannusantara.com Pada hari Minggu (26/3/2017) lalu, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang berhasil menggagalkan penyelendupan illegal 33 TKI yang akan dikirim ke Malaysia. Penggagalan penyelundupan TKI itu disebabkan oleh kerusakan pada perahu yang mereka tumpangi.

“Penggagalan pengiriman TKI secara ilegal tersebut bermula dari ditemukannya tiga orang yang sedang berenang sambil berteriak minta tolong di alur pelayaran pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT),” kata Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama S Irawan, dikutip dari detikcom, Minggu (26/3/2017).

Awalnya, 3 dari 33 penumpang kapal yang berangkat dari Batam tersebut berenang untuk meminta pertolongan. Ketiga TKI tersebut kemudian dibawa menuju Pos TNI Angkatan Laut untuk dilakukan pemeriksaaan kesehatan. Selain itu, dari ketiga TKI tersebut Tim WFQR Lantamal IV menggali informasi tentang keberadan ketigapuluh TKI lainnya. Dari laporan tersebut, Tim WFQR Lantamal IV melakukan proses evakuasi.

“Ketiganya mengaku bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran,” ujar Irawan.

Tim WFQR dengan menggunakan Patkamla Lingga bergerak menuju Pulau Panjang untuk melakukan evakuasi pada 30 TKI illegal yang tersisa. Pada saat tim WFQR datang ke lokasi tersebut, 30 TKI dalam kondisi lemas dan trauma. Setelah dibawa menuju Pos TNI AL, 30 TKI langsung diperiksa kesehatannya dan juga dilakukan pemeriksaan urine.

“Setelah dilakukan penyisiran terhadap titik kumpul TKI di Pulau Panjang, tim menemukan 30 TKI, rata-rata saat itu kondisi dari 30 TKI dalam keadaan lemas dan mengalami trauma. Untuk itu setibanya di Posal Lagoi, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine,” jelas Irawan.

Kini TNI AL sedang membentuk tim untuk mengungkap siapa aktor di balik pengiriman TKI illegal tersebut. Irawan menekankan agar jangan sampai ada lagi TKI yang disalurkan secara Ilegal, karena hal itu akan merugikan pihak TKI itu tersendiri. Karena tidak sedikit dari pengiriman TKI illegal menyebabkan tewasnya TKI dalam proses penyelundupan.

“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Lantamal IV untuk terus menjaga keamanan setiap jengkal perairan Kepri, semua yang dilakukan oleh prajurit WFQR Lantamal IV semata-mata adalah tugas yang diamanahkan oleh Negara. Kondisi kemanan perairan Kepri dan selat Malaka harus tetap terjaga sehingga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia akan tetap terjaga,” pungkasnya.