Rombak Mekanisme Debat Pilkada DKI, KPU Akan Libatkan Warga Secara Langsung

181

Rombak-Mekanisme-Debat-Pilkada-DKI,-KPU-Akan-Libatkan-Warga-Secara-Langsung

Hariannusantara.comDebat pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang akan digelar pada tanggal 12 April 2017 mendatang, agaknya akan berbeda dengan depat pilkada putaran pertama. Pasalnya pada acara debat kali ini, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam debat Pilkada DKI Putaran kedua.

“Mereka kami briefing dulu, supaya pertanyaannya tidak melebar, mereka harus tahu berapa lama mereka bertanya, pertanyaannya dari mereka langsung tapi akan arahkan cara bertanyanya dan bentuk pertanyaannya,” kata Menurut keterangan Komisioner KPU DKI, Dahlia Umar, Sabtu (1/4/2017).

Dalam acara debat mendatang warga Jakarta dapat memberikan pertanyaan langsung kepada para pasangan calon. Tentunya hanya warga yang terpilih saja yang dapat memberikan pertanya kepada pasangan calon. Selain itu, warga yang terpilih nantinya akan di-briefing terlebih dahulu supaya pertanyaan yang diberikan oleh mereka tidak keluar dari jalur. Tiap warga yang datang dapat mengajukan masing-masing dua pertanyaan kepada para pasangan calon. Pertanyaan yang dilontarkan boleh sama atau berbeda kepada tiap pasangan calon.

“Nah masyarakat ada di mana, walaupun pertanyaan dari panelis, kemarin sebenarnya kami jaring dari aspirasi masyarakat. Tapi kenapa tidak kita membuka peluang untuk masyarakat bertanya sekaligus uji calon, bagaimana respons dia, bagaimana emosi dia kalau ditanya langsung oleh masyarakat,” papar Dahlia Umar.

“Kalau misalkan, untuk masing-masing calon berbeda, ya bisa dua pertanyaan. Tergantung apa yang ditanyakan. Mereka boleh menanyakan pertanyaan yang sama kepada dua calon atau mereka bertanya berbeda,” imbuhnya.

Dahlia memaparkan pada segmen 1 debat putaran kedua akan dibuka dengan pertanyaan dari panelis, kemudian dilanjutan pertanyaan dari masing-masing pasangan calon. Setelah itu dilanjutkan dengan segmen pertanyaan dari warga. Menurut Dahlia, perubahan mekanisme ini diambil karena selama ini debat pilkada terkesan dimiliki oleh para elite politik saja.

“Ada segmen di mana masyarakat bisa bertanya kepada para paslon. Karena kita ingin memberikan suasana baru dalam debat. Selama ini debat seperti ini untuk para elite saja, ada moderator, calon, dan panelis,” pungkasnya.