Pensiun Dari Militer, Peluang Gatot Nurmantyo Jadi Capres Kecil

490

Pensiun-Dari-Militer,-Peluang-Gatot-Nurmantyo-Jadi-Capres-Kecil

Hariannusantara.com – Nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tiba-tiba muncul sebagai salah satu nama yang akan muncul di Pemilu Presiden 2019 mendatang. Sayangnya kans Gatot untuk menjadi calon Presiden di Pilres mendatang sangat kecil, sebagaimana diungkapkan oleh Muhammad Qodari selaku Direktur Eksekutif Indo barometer.

Spekulasi tersebut muncuat melihat konstelasi partai politik jelang Pemilu 2019. Kata Qodari, menilik Pemilu tahun 2014 silam setidaknya ada 10 partai yang mempunyai hak untuk mengusung Presiden. Hingga saat ini ada total 5 partai yang mendukung Joko Widodo untuk diajukan lagi menjadi calon Presiden Republik Indonesia.

“Karena kalau bicara partai yang berhakmengusung Cuma ada 10 hasil Pemilu 2014. Dari 10 itu kan, 5 sudah ke pak Jokowi. Ada PDIP, Golkar, PPP, Hanura, dan Nasdem. Kemudian dua partai lagi itu sudah hampir bulat ke Prabowo, Gerindra dan PKS,” ujar Qodari seperti yang dikutip dari Kompas.com, Senin (2/4/2018).

Jika saja merujuk kepada partai PKB, Demokrat, dan PAN, Qodari melihat Demokrat cenderung ingin merapatkan barisan untuk mendukung Jokowi untuk dua periode. Untuk berharap kepada PKB dan PAN, Gatot Nurmantyo tidak akan bisa diusung menjadi calon Presiden karena terhalang persyaratan presidential threshold sebesar 20 persen.

“Jadi kecuali ada sebuah perkembangan yang tidak liniear ya, di luar dugaan proyeksi. Gatot akan sulit mencalonkan diri sebagai presiden,” papar Qodari.

“Supaya naik, kan perlu figur yang populer, nah figur populer itu Pak Prabowo. Kalau Pak Gatot elektabilitasnya masih di bawah Gerindra, agak sulit mengharapkan Gerindra untuk bisa didongkrak oleh Gatot yang elektabilitasnya kecil,” imbuhnya.

Pada simulasi tujuh kandidat calon wakil presiden untuk Jokowi, Gatot menempati posisi teratas dengan elektabilitas 16,4 persen. Selain itu, nama Gatot Nurmantyo juga masuk daftar cawapres untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.