Masuk UNESCO Global Geopark, Sudah Kenalkah Dengan Wisata Ciletuh?

254

Masuk-UNESCO-Global-Geopark,-Sudah-Kenalkah-Dengan-Wisata-Ciletuh

Hariannusantara.com – Ciletuh, salah satu keindahan alam Indonesia ini berhasil menarik perhatian dunia. Sebagai bukti, belum lama ini UNESCO telah menetapkan Ciletuh sebagai UNESCO Global Geopark, bersanding dengan Rinjani dan juga 11 geopark lain yang ada di dunia.

Beberapa waktu yang lalu, sebanyak 13 geopark telah ditetapkan UNESCO sebagai UNESCO Global Geopark. Dua diantaranya ada di Indonesia, yaitu Geopark Rinjani yang ada di Nusa Tengara Barat dan Geopark Ciletuh di Jawa Barat. Dikutip dari DetikTravel, Kamis (3/5/2018), Dana Budiman selaku General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu membenarkan memang benar Cileteuh sudah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Lantas, apa yang membuat geopark ini bisa dipilih UNESCO sebagai Global Geopark?

“Kita memiliki geologi heritage dengan outstanding yang kuat. Ciletuh ini adalah bukti awal munculnya Pulau Jawa, karena di sinilah terjadinya tumpukan lempeng samudera dan benua pada 60 juta tahun yang lalu. Tumpukan itu terus berproses sampai muncul ke permukaan dan menjadi Pulau Jawa,” ungkap Budiman.

Budiman juga menambahkan jika beberapa bukti awal pembentukan Pulau Jawa tersebut ada di Teluk Ciletuh, tepatnya di bagian pinggir pantainya. Disana ada batuan yang berasal dari dasar samudra. Budiman juga mengatakan jika Geopark Ciletuh tersebut masuk dalam 8 kecamatan di Sukabumi, Jawa Barat. Jika dilihat dari segi sejarah dan edukasi ada banyak potensi wisata menarik di Ciletuh. Sebagai suguhan utama bagi para wisatawan, ada lanskap alam yang membentang luas. Di sana, para wisatawan juga akan menemukan setidaknya 13 air terjun.

“Kita punya culture di Kampung Adat Ciptagelar, biodiversity, kawasan konservasi, rafflesia patma, penyu dan lainnya. Luas Geopark Ciletuh sekitar 126 ribu hektar,” terang Budiman.

“Ciletuh mempunyai amphitheater bentang alam semacam bukit yang ambruk. Dari situlah aliran sungainya patah sehingga menjadi air terjun,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Budiman menyebut bahwa pihaknya akan mengembangkan Geopark Ciletuh sebagai destinasi bertaraf internasional. Penataan geo site akan dilakukan dengan membangun hotel di kawasan Pelabuhan Ratu. Dengan begitu kelestarian alam akan tetap terjaga.