CURHAT BOEDIONO DALAM SUKA DUKA BERKARIR

697
Curhat Boediono sumber gambar www.radioaustralia.net.au
Curhat Boediono sumber gambar www.radioaustralia.net.au

Hariannusantara.com – Tak ada gading yang tak retak, begitulah kira – kira pribahasa yang dapat menggambarkan Boediono. Boediono adalah mantan Wakil Presiden yang mendampingi Presiden SBY pada priode 2009 – 2014. Selama masa jabatannya, pria kelahiran Blitar 25 Februari 1943 selalu mendapatkan kritikan yang pedas dari masyarakt dan media termasuk soal skandal BANK Century yang melibatkan namanya.

Masalah Bank Century adalah masalah keuangan yang paling besar di negara ini pasca Reformasi. keterlibatan beberapa elite bangsa ini dicurigai sebagai dalang dalam kasus tersebut sehingga membuat penangannya berjalan sangat lambat.

Dalam menangagapi dirinya yang terlibat dengan kasus tersebut, Boediono tetap tenang dan enggan memberikan komentar. Beliau menyadari bahwa sudah menjadi resiko seorang pemimpin untuk dikritik dan dikoreksi. Pemimpin dunia mana yang tidak perah dikritik dan dikoreksi.

Bagi  Guru Besar UGM ini, pada dasarnya keritik dan saran itu ada yang bersifat membangun dan ada yang tidak. ada yang perlu didengarkan sebagai bahan koreksi dalam evaluasi kinerja kerja seorang pemimpin dan dapun yang harus diabaikan.

Dalam wawancara di kediamnnya di Komplek Bappenas, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu, Beodiono mengatakan bahwa “Ada kritik yang bagus, harus didengar dan perlu ditindaklanjuti. Ada kritik yang hanya komentar-komentar saja, tidak perlu ditanggapi serius. Sebagai pejabat harus pandai membedakan antara voice dan noise. Kalau voice itu ada artinya, kalau noise bunyi-bunyian, kalau perlu tidak didengarkan karena hanya bunyi-bunyian. Harus ditanggapi kalau perlu ditanggapi, kalau ngga perlu ya ngga usah, karena mengganggu.”

Dalam perjalanan karirnya sebelum menjadi seorang Wakil Presiden, Boediono juga pernah menjabat di beberapa posisi – posisi penting negeri ini diantaranya Gubernur Bank Indonesia, Menko Bidang Perekonomian, serta Mentri Keuangan dan Kepala Bappenas.

Selama karirnya Boediono memiliki kesan yang banyak, namun bagi pria berkacamata ini kesan yang paling mendalam ialah ketika menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Secara khusus Beodiono megucapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada seluruh tim yang telah mendukung dan bekerjasama.

“Yang paling berkesan ada hubungan kerja saya dengan para menteri, dengan presiden, saya enjoy. Hubungan saya dengan staf saya, secara khusus saya apresiasi mereka, itu sangat efektif, saya merasakan memiliki tim yang istimewa di belakang layar, untuk melayani diberbagai bidang. Merekalah yang banyak mengerjakan di dapur dibanding saya yang di loket, di depan,” tutur Bapak dua anak dan lima cucu ini.