Harian Nusantara

Fungsi Sphygmomanometer

review produk 75 View

Fungsi Sphygmomanometer (Tensimeter)

Salah satu profesi yang diminati oleh banyak orang adalah menjadi petugas medis atau kesehatan. Salah satu pekerjaan yang mulia yang ada saat ini adalah menjadi petugas kesehatan. Pasalnya dengan menjadi petugas kesehatan dapat menolong pasien atau orang yang sedang sakit agar cepat sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya.

Namun untuk bisa menjadi seorang petugas kesehatan misalnya menjadi seorang dokter hal itu tidak mudah. Pasalnya ada banyak ilmu yang harus dipelajari serta banyak alat yang harus dikuasai.

Seorang petugas kesehatan harus harus bisa menguasai berbagai macam alat kesehatan yang dapat menunjang pekerjaannya. Dimana dengan alat kesehatan diharapkan petugas kesehatan dapat mengetahui bagaimana kondisi seseorang apakah sedang sakit atau tidak.

Loading...

Untuk bisa mengetahui kesehatan sesorang ada beberapa alat yang biasa digunakan oleh petugas kesehatan, dimana salah satu alat tersebut bernama Sphygmomanometer (Tensimeter).

Apa Itu Sphygmomanometer (Tensimeter)

Mungkin masih banyak orang yang asing dengan alat kesehatan yang bernama Sphygmomanometer (Tensimeter). Meskipun namanya terdengar asing tapi sebagian besar orang yang sakit pasti pernah menggunakan alat kesehatan yang satu ini.

Pertama kali Sphygmomanometer (Tensimeter) diperkenalkan oleh dr. Nikolai Korotkov lebih dari 100 tahun yang lalu. Dimana dr. Nikolai Korotkov merupakan salah satu dokter ahli bedah yang cukup terkenal di Rusia.

Alat kesehatan yang satu ini terdiri dari sebuah pompa dan juga kantong karet yang terbungkus kain serta pembaca tekanan.

Fungsi Dan Manfaat Sphygmomanometer (Tensimeter)

Sesuai dengan namanya, Sphygmomanometer (Tensimeter) digunakan untuk mengukur tensi atau tekanan darah sesorang. Dengan mengetahui tekanan darah sesorang maka petugas kesehatan dapat mengetahui apakah orang tersebut sedang sakit atau tidak.

Dulu Sphygmomanometer (Tensimeter) menggunakan air raksa untuk mengukur tekanan darah. Namun dengan seiring berkembangnya teknologi dan juga karena alasan keamanan Sphygmomanometer (Tensimeter) air raksa sekarang ini sudah jarang digunakan.

Pasalnya apabila air raksa yang ada pada Sphygmomanometer (Tensimeter) pecah atau tumpah dan mengenai tubuh sesorang maka hal itu dapat berakibat fatal dan berdampak buruk bagi orang tersebut.

Tapi meskipun dilihat dari sisi keamanan penggunaan Sphygmomanometer (Tensimeter) air raksa cukup berbahaya, namun tingkat akurasi pengukuran menggunakan Sphygmomanometer (Tensimeter) air raksa lebih akurat jika dibandingkan pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer (Tensimeter) jenis lainnnya.

Adapun sebagai gantinya sekarang sudah ada Sphygmomanometer (Tensimeter) yang tidak menggunakan air raksa seperti Sphygmomanometer (Tensimeter) aneroid dan Sphygmomanometer (Tensimeter) digital.

Sphygmomanometer atau Tensimeter aneroid tidaklah menggunakan air raksa untuk mengukur tekanan darah tepati alat ini menggunakan jarum mekanik yang dapat bergerak secara otomatis saat kain yang melingkar ke lengan tangan seseorang dipompa dengan angin sehingga kain tersebut membesar.

Selain Sphygmomanometer (Tensimeter) aneroid ada juga Sphygmomanometer (Tensimeter) digital. Dimana penggunaan Sphygmomanometer (Tensimeter) lebih praktis jika dibandingkan dengan Sphygmomanometer (Tensimeter) jenis lainnnya. Meskipun penggunaanya lebih mudah tapi harganya terbilang lebih mahal jika dibandingkan dengan Sphygmomanometer (Tensimeter) aneroid.

Cara Menggunakan Sphygmomanometer (Tensimeter)

Untuk dapat menggunakan Sphygmomanometer (Tensimeter) sebenarnya tidak sulit. Petugas kesehatan cukup memasang kantong karet yang terbungkus kain ke lengan pasien. Setalah itu stetoskop diletakan di siku bagian dalam untuk mengetahui denyut nadi pasien.

Selanjutnya pompa kantong karet yang sudah melingkar di lengan pasien dengan udara. Isi kantong tersebut dengan udara secukupnya supaya aliran darah di lengan dapat berhenti sementara. Selanjutnya baca angka yang tertera pada Sphygmomanometer (Tensimeter).

  

Harga Sphygmomanometer (Tensimeter)

Harga Sphygmomanometer (Tensimeter) sendiri bermacam-macam tergantung jenisnya. Setiap jenis tentu akan memiliki harga yang berbeda satu sama lain sesuai dengan keunggulan yang dimilikinya.

Sphygmomanometer (Tensimeter) air raksa

Harga Sphygmomanometer (Tensimeter) air raksa satu set yang ada di shopee.com berkisar antara Rp 500.0000 sampai Rp 2.500.000 tergantung merk dan kulitasnya.

Sphygmomanometer (Tensimeter) aneroid

Di bukalapak.com harga satu set Sphygmomanometer (Tensimeter) aneroid mencapai Rp 200.000 hingga Rp 700.000. Jika dibandingkan dengan Sphygmomanometer (Tensimeter) air raksa tentu harganya jauh lebih murah.

 Sphygmomanometer (Tensimeter) digital

Adapun untuk harga Sphygmomanometer (Tensimeter) digital di blibli.com berada di kisaran harga Rp 400.000 hingga Rp 1.500.000.

 

 

Similar Posts:

    None Found

Copyright 2016 - 2019