Harian Nusantara

Atasi Trauma, Relawan Di Sigi Biromaru Sediakan Permainan Untuk Anak Korban Gempa

Nasional 28 View

Atasi-Trauma,-Relawan-Di-Sigi-Biromaru-Sediakan-Permainan-Untuk-Anak-Korban-Gempa

(sumber gambar: Kompas)

Hariannusantara.comTrauma healing dirasa sangat perlu dilakukan untuk mengatasi trauma yang dirasakan para korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Para relawan kegawat daruratan atau Publik Safety Centre (PSC) 119 yang juga dibantu oleh beberapa relawan dari Bikers Indonesia melakukan kegiatan ini di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah. Menurut penjelasan Andi Fadly, koordinator PSC 119, trauma healing merupakan penanganan yang memang perlu dilakukan untuk memulihkan kondisi trauma para korban paska gempa yang terjadi di daerah tersebut.

“Masyarakat khususnya anak-anak terdampak gempa masih merasakan trauma mendalam, mereka masih hidup di pengungsian, di tenda-tenda, dan di alam terbuka,” ungkapnya, Sabtu (20/10/2018).

Para relawan PSC 119 dan Bikers Indonesia tersebut melakukan trauma healing di lapangan terbuka dengan memberikan permainan terutama kepada anak-anak serta remaja yang ada di daerah tersebut. selain itu, mereka juga mendirikan sekolah darurat agar anak-anak korban bencana tersebut tetap bisa belajar meski dalam keterbatasan.

“Kami memberikan permainan atau games, menyanyi bersama, menggambar, pendidikan siaga bencana, sekolah darurat dan juga pemberian logistik. Tujuannya agar anak-anak tidak berkepanjangan dalam merasakan trauma dan segera menemukan kembali keceriaan,” ucap Andi Fadly.

Sementara itu, menurut data dari relawan PSC 119, korban gempa bumi di Kabupaten Sigi Biromaru juga mulai terserang penyakit sejak beberapa hari setelah bencana, baik pengungsi yang tinggal di pengungsian ataupun rumah.

Baca juga:
– Pemkot Palu Siapkan Hunian Sementara Bagi Korban Gempa Dan Tsunami
– Korban Gempa Haiti Bertambah, 14 Tewas dan 100 Terluka

“Korban gempa bumi di kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Biromaru umumnya menderita penyakit seperti gatal, batuk, sesak, demam dan infeksi akibat alergi. Penyebabnya karena makanan kurang higienis dan debu serta kurangnya air bersih, korban setiap desa rata-rata diatas 300 jiwa,” tutur Andi Fadly.

Loading...
Copyright 2016 - 2018