Harian Nusantara

Contoh dan Pengertian Makalah Lengkap

surat 51 View

Makalah merupakan sebuah karya tulis yang biasa di tugaskan untuk siswa atau lebih sering di tugaskan kepada mahasiswa di bangku perkuliahan. Makalah merupakan tugas dasar untuk seorang mahasiswa dan mereka diharuskan untuk membuat makalah sesuai dengan format resmi. Hampir setiap minggu mahasiswa di jejali tugas berupa makalah agar senantiasa bisa berkembang pemikiran yang kritis dalam menyikapi berbagai hal.

Tujuan dari tugas makalah tersebut adalah agar ketika di semester akhir mahasiswa bisa mudah menyelesaikan tugas skripsi yang menjadi syarat wajib untuk wisuda. Membuat makalah tidak boleh sembarangan. Ada aturan yang jelas dan baku. Pada artikel kali ini kami akan mengulas secara tuntas semua hal yang berkaitan dengan makalah. Agar ketika kamu di tugaskan dosen membuat makalah, kamu tak lagi kebingungan. Simak ulasan artikel yang ada di bawah ini.

Pengertian Makalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, Makalah memiliki arti sebagai dokumen tulisan resmi tentang suatu pokok pembahasan yang di tulis secara mendalam dengan di maksudkan untuk di bacakan di hadapan umum atau publik, di bacakan dalam suatu persidangan dan di cetak dalam bentuk buku yang tersusun rapi.

Loading...

Pengertian makalah bisa berbeda tergantung dari jenis makalah tersebut. Jika makalah yang dibuat oleh mahasiswa, maka bisa di artikan sebagai tulisan yang di buat berdasar tugas dosen dan akan di presentasikan di depan kelas. Secara makna hampir serupa, hanya beda pada interpretasinya. Gampangnya, makalah adalah karya tulis yang mengupas suatu topik terbahasan secara khusus.

Dalam makalah biasanya topik yang di bahas di persempit dan tidak terlalu luas cakupan. Semisal makalah tersebut membahas mengenai pernikahan atau hal-hal semacamnya. Jadi, topik dalam makalah harus satu hal yang bisa di perluas makna atau keterangannya.

Ciri-Ciri Makalah

Makalah memiliki ciri-ciri yang cukup spesifik dan dapat dengan mudah di identifikasi bahwa suatu tulisan merupakan sebuah makalah. Berikut ini adalah ciri-ciri dari karya tulis makalah.

  • Isi dari makalah secara umum berupa penjelasan dari mahasiswa atau semacamnya mengenai sebuah topik pembahasan. Mahasiswa di tuntut untuk menjabarkan pemahamannya tentang topik yang di tulis dalam makalah tersebut.
  • Makalah menggunakan bahasa yang formal dan baku dan makalah harus menggunakan ejaan yang di benarkan atau EYD.
  • Makalah di susun atas dasar berbagai macam referensi tulisan karya orang lain yang telah di filter sesuai dengan topik pembahasan yang di jabarkan dalam makalah tersebut.

Makalah Berdasarkan Jenisnya

Karya tulis makalah di kategorikan sebagai tulisan yang bersifat akademis dan ilmiah. Dalam menyusun makalah, mahasiswa harus menggunakan logika berfikir yang objektif terhadap suatu topik pembahasan. Makalah terdiri atas 3 jenis yang di susun berdasar cara penulisannya. Berikut ini adalah jenis-jenis makalah berdasar cara penulisan.

1. Makalah Deduktif

Jenis makalah pertama adalah makalah deduktif. Makalah deduktif memiliki arti sebagai sebuah dokumen atau tulisan karya ilmiah yang di susun berdasarkan data survei lapangan atau hasil dari sebuah rapat yang benar-benar sesuai dengan realita yang ada. Makalah jenis deduktif biasanya di jadikan sebagai tugas dasar bagi mahasiswa di bangku perkuliahan.

2. Makalah Induktif

Jenis makalah berikutnya adalah makalah induktif. Makalah induktif merupakan dokumen atau tulisan karya ilmiah yang di susun atas dasar tulisan dari tesis, buku atau jurnal ilmiah dan di rangkum secara spesfik. Karya makalah induktif terkadang di tugaskan oleh mahasiswa di bangku perkuliahan atau kepada siswa di bangku sekolah.

3. Makalah Campuran

Jenis makalah berikutnya adalah makalah campuran. Makalah campuran bisa di artikan sebagai dokumen atau tulisan yang di susun berdasarkan gabungan dari data-data di lapangan dengan data-data yang terdapat di dalam sebuah buku, tesis dan semacamnya. Karya tulis makalah campuran biasanya di tugaskan pada mahasiswa di bangku perkuliahan guna mendapatkan tulisan dengan data yang valid dan memiliki dasar argumentasi yang jelas.

Susunan Kerangka Makalah

Dalam menyusun sebuah makalah, terdapat kerangka yang wajib di sertakan dari mulai halaman pertama sampai dengan halaman akhir atau penutup. Berikut ini akan kami jelaskan susunan kerangka dalam penulisan makalah yang baik dan benar. Simak penjelasan di bawah ini.

1. Cover

Bagian pertama dalam sebuah susunan kerangka makalah adalah cover. Pada halaman cover ini terdiri dari nama institusi atau kampus yang bersangkutan beserta dengan logo dari kampus tersebut. Tempat dan tanggal dibuat makalah tersebut, judul dari makalah dan juga nama penulis makalah. Semua elemen tulisan di dalam cover tersebut di tulis dengan menggunakan huruf kapital atau huruf besar.

2. Daftar Isi

Susunan kerangka makalah berikutnya adalah daftar isi. Pada halaman daftar isi di tulis semua judul bab atau isi di dalam makalah tersebut. Daftar isi umumnya di susun dengan sistem tabel. Daftar isi bisa di tulis secara manual jika memang mau telaten dan repot. Namun, kamu bisa menulis daftar isi secara otomatis dengan terlebih dahulu mengedit bagian headling pada software microsoft word yang kamu gunakan untuk mengetik makalah tersebut. Atau kamu bisa juga membuat daftar isi dengan menggunakan menu references dan table of content di ms. Word tersebut. Dengan membuat daftar isi, maka makalah tersebut bisa dengan mudah di koreksi oleh dosen.

3. Kata Pengantar

Kerangka berikutnya dalam makalah adalah kata pengantar. Kata pengantar biasanya di tulis sebagai sambutan dengan menjelaskan tentang awal mula penulisan dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penulisan makalah tersebut. Penulisan kata pengantar juga menyangkut tentang esensi atau ringkasan dari isi dalam karya makalah tersebut agar para pembaca bisa sedikit memiliki gambaran mengenai topik pembahasan dalam makalah tersebut.

4. Pendahuluan

Kerangka berikutnya dalam dokumen makalah adalah pendahuluan. Pada bagian pendahuluan ini penulis menjelaskan secara ringkas mengenai hasil observasi yang di lakukan berdasarkan sudut pandang dari penulis makalah tersebut. Pada bagian pendahuluan tidak perlu di tulis panjang lebar. Hanya saja, inti atau esensi dari makalah tersebut dapat tersampaikan dengan jelas pada halaman pendahuluan.

5. Latar Belakang

Bagian berikutnya yang menjadi kerangka dalam menyusun makalah adalah lata belakang. Pada halaman latar belakang, penulis menjelaskan mengenai awal dan tujuan dari penulisan makalah tersebut. Penulis menjelaskan dengan kalimat yang sederhana dan mudah di pahami. Isi dari halaman latar belakang adalah menjawab pertanyaan semisal kenapa topik permasalahan tersebut perlu di bahas dalam makalah dan lain sebagainya.

6. Rumusan Masalah

Kerangka berikutnya yang menjadi susunan dalam sebuah makalah adalah rumusan masalah. Pada halaman rumusan masalah biasanya tidak di tulis dalam kalimat yang panjang dan lebar. Melainkan dengan kalimat yang ringkas dan biasanya berupa pertanyaan dengan  2 atau 3 kalimat pertanyaan.

7. Tujuan Pembahasan

Kerangka berikutnya yang menyusun sebuah karya tulis makalah adalah tujuan pembahasan. Pada halaman tujuan pembahasan tersebut penulis menjelaskan tujuan dirinya dalam membuat makalah. Tujua pembahasan merupakan sub bab dari bagian latar belakang. Biasanya berisi tentang rumusan masalah atau pembahasan dari makalah tersebut.

8. Isi

Kerangka berikutnya yang menyusun sebuah dokumen makalah adalah bagian isi. Pada bagian ini penulis menjabar mengenai berbagai macam hal mulai dari meneliti permasalahan apa dan menggunakan metode penelitian yang bagaimana, sasaran dari penelitian tersebut apa dan juga menjabarkan secara jelas data yang telah di dapat dari penelitian tersebut.

9. Bab Penutupan

Kerangka berikutnya yang menjadi susunan dalam sebuah dokumen makalah adalah bab penutup. Bab penutup ini berisi mengenai penjelasan singkat atau ungkapan terima kasih dan juga saran dari penulis agar makalah tersebut bisa bermanfaat.

10. Kesimpulan

Kerangka berikutnya dalam penulisan makalah adalah bagian kesimpulan. Bagian kesimpulan ini menjelaskan mengenai inti secara keseluruhan dari rangkaian penelitian yang tertulis dalam makalah.

11. Daftar Pustaka

Bagian atau halaman terakhir dalam makalah adalah daftar pustaka. Daftar pustaka adalah referensi semisal dari buku, jurnal, tesis dan semacamnya yang menjadi dasar argumen dalam makalah tersebut. Dalam satu makalah paling sedikit harus terdapat 25 sumber referensi.

Contoh Susunan Makalah

Pada dasarnya, sebuah makalah harus memiliki susunan yang baik dan benar agar makalah tersebut menjadi sempurna. Susunan makalah pada umumnya terdiri dari,

Cover atau Sampul Depan

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

Bab II Pembahasan

Bab III Penutup

Daftar Pustaka

Lampiran

Setelah kamu mengetahui unsur yang wajib ada dalam makalah, selanjutnya adalah kamu harus mengetahui kertas yang digunakan untuk pembuatan makalah. Karena membuat makalah tak bisa menggunakan sembarang ukuran kertas. Ada format tersendiri perihal kertas tersebut. Berikut ini adalah kriteria kertas yang digunakan untuk pembuatan makalah.

  1. Pada bagian isi dan cover dalam dari makalah menggunakan kertas dengan ukuran A4.
  2. Untuk bagian cover luar atau sampul dari makalah menggunakan Kertas Buffalo berwarna.
  3. Untuk font yang digunakan dalam penulisan makalah adalah Times New Roman dengan ukuran karakter 12. Jarak spasi yang digunakan adalah 1,5 dengan margin Atas 4 cm, margin Bawah 3 cm, margin Kiri 4 cm dan margin Kanan  3 cm.

Jumlah halaman paling minimal dari sebuah makalah adalah 10 halaman dan itu belum termasuk dengan sampul, daftar isi, kata pengantar dan sebagainya.

Cara Membuat Makalah yang Baik Dan Benar

Kami akan memberikan kamu beberapa tips dalam membuat makalah yang baik dan benar agar kamu bisa memahami dengan benar bagaimana cara membuat makalah. Berikut ini adalah tips dalam membuat karya makalah yang baik dan benar. Simak tips yang akan kami jelaskan di bawah ini.

1. Cover Makalah

Dalam membuat makalah harus secara urut. Maka dari itu tips pertama yang kami berikan adalah bagaimana cara penulisan atau penyusunan cover makalah. Ada beberapa hal yang wajib tercantum dalam sebuah makalah yang antara lain adalah judul makalah, logo universitas atau instansi, nama penulis makalah dan juga fakultas atau jurusan. Agar kamu lebih dapat memahami dengan benar, berikut akan kami contohkan bagian cover makalah secara susunannya.

Contoh penulisan Cover Makalah

MAKALAH

CARA BUDIDAYA IKAN GURAME

LOGO KAMPUS

FERI ARMANI

UNIVERSITAS NEGERI NGERI

FAKULTAS PETERNAKAN

2018/2019

seperti itu contoh sederhana penulisan cover atau sampul dalam makalah.

2. Kata Pengantar

Kata pengantar bisa di ibaratkan sebagai gerbang pembuka dari sebuah makalah. Umumnya kata pengantar berisi ucapan rasa syukur, terima kasih, rintangan dalam menulis makalah dan harapan dari penulis untuk makalah yang telah dibuatnya. Agar dapat lebih memahami susunan kata pengantar, berikut ini akan kami berikan contoh penulisan kata pengantar.

Contoh Kata Pengantar

Dengan menyebut nama ALLAH SWT. yang telah memberikan rezeki serta karunia yang berlimpah sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah tentang budidaya ikan gurame dengan tepat sebelum waktu tengat.

Kami dapat menyelesaikan tulisan makalah ini dengan pertolongan dari berbagai pihak yang mendukung dan membantu kami secara ikhlas dan sukarela. Karena itu, dengan ini kami ingin mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami menyelesaikan makalah ini.

Kami teramat sadar bahwa makalah yang kami buat tentu masih mengandung banyak kesalahan yang di sengaja maupun tidak. Baik dari segit tata bahasa maupun hal-hal non teknis lainnya. Untuk itu, kami dengan terbuka menerima berbagai macam kritik dan saran yang dapat membangun kami sehingga bisa membuat makalah yang lebih baik kedepannya.

Akhir kata, kami ingin berterima kasih kepada semua pihak yang tak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kami dan untuk semua pembaca.

 

Purwokerto, 20 April 2019

 

Penyusun.

3. Daftar Isi

Bagian berikutnya adalah daftar isi. Tanpa perlu panjang lebar menjelaskan, kami akan berikan langsung contoh daftar isi penulisan makalah. Simak contoh di bawah ini.

Contoh Daftar Isi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………….……….…………………………………..……….  i

KATA PENGANTAR ………….……………………………………………………  ii

DAFTAR ISI …………………….…………………………………………………….  iii

 

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………….……  1

 

  1. Latar Belakang ….…….………………………………………………… 1
  2. Batasan Masalah …….…………………………………………………. 3
  3. Rumusan Masalah ….………………………………………..……….. 4
  4. Tujuan ……….…………………………………………………………….. 5
  5. Manfaat ……….………………,,………………………………………… 7
  6. Istilah Penting …..……………..………..…………………………….. 10

BAB II LANDASAN TEORI ………….……………………..………….………  11

 

  1. Identifikasi Masalah …………………………………………………. 11
  2. Kerangka Berpikir …………….……………..………………………. 15
  3. Hipotesis ………………………….………………………..…….……… 21

BAB III PEMBAHASAN ……………..…..……………………………………..  22

 

  1. Pengertian Budidaya …………………….………………………… 22
  2. Pengertian Budidaya Ikan Gurame ………………..….. 24
  3. Faktor Pendukung Sukses Budidaya Ikan Gurame …………………… 26
  4. Persiapan Budidaya Ikan Gurame …………………..…….… 28
  5. Profif Dan Keuntungan Budidaya Ikan Gurame …………..………………………. 29
  6. Pemasaran Ikan Gurame …………………………..………….. 33
  7. Ekspor Ikan Gurame …………………..……… 37

BAB IV PENUTUP …………………………………………..……………………  38

 

  1. Simpulan ………………………………………………………..….…… 39
  2. Saran ……………………………………………………………..….…… 40

DAFTAR PUSTAKA …………..…………………………………………..…….  41

4. Pendahuluan

Bagian berikutnya dalam makalah adalah pendahuluan. Dalam pendahuluan format penulisannya adalah sebagai berikut.

1.1 latar belakang

Latar belakang berisi mengenai penjelasan penulis mengapa menulis tema tersebut.

1.2 tujuan

Sub bab tujuan berisi penjelasan penulis mengenai tujuan yang ingin di dapat dari penyusunan makalah tersebut.

1.3 ruang lingkup materi

Sub bab ruang lingkup materi berisi tentang teori-teori yang ada kaitan dengan tema dari makalah yang dibuat.

Berikut akan kami berikan contoh bab pendahulan dari latar belakang, tujuan sampai dengan ruang lingkup materi.

Contoh bab Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Ikan Gurame merupakan komoditas yang selalu dibutuhkan di pasar ikan. Setiap hari stok ikan gurame yang dibutuhkan pasar semakin besar dan banyak. Hal ini menjadi peluang bagi orang yang ingin mendapat keuntungan dengan cara berternak atau membudidayakan ikan gurame.

Beberapa petani lebih memilih membudidayakan ikan gurame dari telur hingga sampai dengan usia satu bulanan. Hal tersebut di karenakan agar tidak terlalu ribet dalam masalah pemeliharaan. Juga kalau di kalkulasikan, sudah dapat balik modal dan menguntungkan.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat di tulis rumusan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Seberapa besar komoditas ikan gurame?
  2. Apakah bisnis tersebut mampu bertahan lama?
  3. Apa saja kendala membudidayakan ikan gurame?
  4. Kenapa tidak menjual ikan gurame ketika sudah besar dan siap di masak?
  5. Tujuan
  • Mengetahui hal-hal dasar dalam membudidayakan ikan gurame.
  • Mengetahui potensi dari komoditas ikan gurame di Indonesia.
  • Mengetahui profit dan keuntungan dari budidaya ikan gurame.

5. Pembahasan Makalah

Bab pembahasan makalah berisi mengenai rangkuman dari data-data yang di peroleh di lapangan tentang tema dalam makalah tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah contoh pembahasan makalah.

BAB III

PEMBAHASAN

  1. Sekilas Tentang Ikan Gurame

Ikan gurame atau dalam bahasa ilmiahnya adalah Osprhronemus gouramy Lac ini merupakan ikan yang tersebar di kawasan Asia Tenggara. Ikan gurame menjadi komoditas dan makanan favorit di berbagai provinsi di Indonesia seperti halnya di Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Madura.

Di wilayah Pulau Jawa, ikan gurame banyak di budidayakan di Ciamis, Bogor, Tasikmalaya, Garut, Magelang dan Purwokerto. Sedangkan di Sumatera, ikan gurame banyak di budidayakan di Payakumbuh da di provinsi Sulawesi ikan gurame banyak di budidayakan di Manado.

Jika di telisik dari segi bisnis, ikan gurame terbilang jenis komoditas yang cukup stabil dan selalu di butuhkan di pasaran. Peminat ikan gurame ini selalu tinggi permintaannya bukan rumah makan, restoran dan lain sebagainya.

  1. Kandungan Nutrisi Ikan Gurame

Ikan gurame memiliki berbagai kandungan gizi yang cukup tinggi. Protein yang terdapat dalam ikan gurame adalah 18,93%, lemak dalam ikan gurame adalah 2,43%, vitamin A dalam ikan gurame adalah 749,715 IU/100 mg, vitamin B1 dalam ikan gurame adalah sebesar 0,0792 mg/100 g, vitamin B2 dalam ikan gurame adalah 0,083 mg/100 g dan vitamin B3 dalam ikan gurame adalah sebesar 1,22 mg/100 g.

  1. Morfologi Dan Habitat Ikan Gurame

Bisa dibilang, ciri fisik dari ikan gurame ini sangat khas. Yaitu dengan bentuk badannya yang pipih memanjang dan lebar. Bagian badan ikan gurame di penuhi dengan sisik yang tebal dan kasar. Ikan gurame memiliki bagian mulut kecil yang miring tidak dibawah bibir dan pada bagian bibir bawah lebih menyembul di banding dengan bibir atas.

Ikan gurame muda dengan ikan gurame dewasa memiliki perbedaan yang cukup kontras dari segi ukuran, warna dan lain sebagainya. Ikan gurame yang masih muda akan lebih menarik secara visual dibanding dengan ikan gurame dewasa yang siap di masak.

Habitat alami dari ikan gurame biasanya banyak di jumpai di danau, situ, waduk, sungai dan semacamnya. Hal ini di karenakan ikan gurame lebih menyukai kawasan perairan yang tenang. Walau peraiaran tersebut kotor, ikan gurame akan dapat bertahan hidup karena ikan gurame di lengkapi dengan alat pernafasan tambahan yaitu labiran.

  1. Cara Budidaya Gurame

Ada beberapa tahapan dalam budidaya Ikan Gurame. Yang pertama adalah tahapan seleksi indukan. Indukan gurame yang sudah siap di pijah berumur 3 sampai dengan 7 tahun. Ciri-ciri ikan gurame yang bisa di jadikan sebagai indukan adalah perut ikan membesar ke arah belakang, anus ikan berwarna kemerahan, perut ketika di raba terasa lebih lembek.

Tahap kedua adalah menyiapkan kolam ikan untuk pemijahan. Jika kolam sudah siap, maka lanjut ke tahapan berikutnya yaitu memijahkan ikan. 15 hari kemudian biasanya ikan gurame betina akan bertelur dan setelah bertelur kemudian telur tersebut di ambil dan di letakan pada ember.

Telur akan menetas selama 2 sampai dengan 3 hari kedepan. Usahakan suhu air dalam wadah tersebut berkisar sekitar 27-28 Celcius agar tetap stabil. Setelah itu burayak gurame jika sudah berumur 11 hari di pindah ke wadah yang lebih besar. Beri makan ikan gurame tersebut secara rutin dengan menggunakan cacing sutra selama pagi dan sore hari.

6. Penutup

Bagian berikutnya dalam makalah adalah penutup. Bagian penutup ini terdiri atas kesimpulan, saran dan semacamnya. Untuk lebih jelas, silahkan simak ulasan dibawah ini.

Kesimpulan

Berisi mengenai rangkuman atau intisari dari makalah yang telah di buat.

Saran

Penulis meminta saran dan masukan kepada pembaca mengenai makalah yang sudah ia buat tersebut.

Contoh Penutup Makalah

BAB VI

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Bersama dengan makalah ini, penulis menyimpulkan bahwa budidaya ikan gurame memiliki tahapan yang cukup panjang dan lama sebelum nantinya akan di jual dan mendapat profit keuntungan.

4.2 Saran

Penulis sadar bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan yang mungkin tidak di sengaja. Oleh karenanya, penulis mengharapkan saran dan masukan dari pembaca sekalian agar penulis mampu membuat makalah yang lebih baik lagi kedepannya.

7. Daftar Pustaka

Bagian selanjutnya dalam makalah adalah daftar pustaka. Daftar pustaka berisi mengenai sumber atau rujukan penulis makalah yang ia ambil untuk menyempurnakan data-data yang di butuhkan dalam makalah. Agar lebih jelas, berikut ini adalah contoh daftar pustaka.

Sasmita, Nur. 2008. Budidaya Ikan Gurame Lengkap.

Andika, Fahri. 2012. Profit Keuntungan Bisnis Ikan Gurame.

8. Lampiran Makalah

Bagian berikutnya dalam makalah adalah lampiran. Berikut ini adalah contoh penulisan lampiran dalam karya tulis makalah.

Lay Out Tambak Ikan Gurame …………………………………………………………………….    78

Struktur Komunitas ………………………………………………………………………    79

Nah itulah ulasan mengenai sebuah makalah. Pembuatan makalah secara umum seperti yang telah kami contohkan bab per bab diatas. Kamu bisa merangkai sendiri menjadi satu pembahasan utuh makalah yang akan kamu buat.

Membuat makalah memang terkadang sulit dan membingungkan. Namun itu merupakan alat pacu agar otak kita mau berfikir lebih dalam ketika membahas suatu hal atau tema tertentu yang telah kita pilih. Kamu bisa membuat makalah sesuai dengan tema yang kamu inginkan dan ada relasinya dengan jurusan yang kamu ambil di perkuliahan.

Yang terpenting dalam membuat makalah adalah kamu harus mampu berifkir secara logis agar hasil makalah tersebut dapat tersusun rapi dan enak di baca dan bisa di pertanggung jawabkan secara data-data yang valid. Semoga artikel yang membahas mengenai makalah secara lengkap ini dapat memberi manfaat. Sekian dan terima kasih.

Copyright 2016 - 2019